April 20, 2006

Story Telling

Filed under: Uncategorized

Tahukah anda, bahwa menulis sebuah cerita tentang kebahagiaan itu tidak mudah.. Bercerita tentang kesedihan, terkadang (memang) mengasyikkan.. Meski rasa-rasanya, ko seperti menjual air mata dan penderitaan, mengeksploitasi kemarahan, juga mengenang kekecewaan.. kasihaan.. hidup seakan-akan selalu merana.. kemalangan yang begitu juga ingin ada, ingin didengarkan.. Kesedihan juga ingin didengarkan!

Bagaimana dengan Kebahagiaan..
Duuh, susah juga melawak realita.. senyum saja, malah sempat dituduh sinis dan tidak berperikemanusiaan. Terbahak juga terbatas oleh  norma.. "Ayoolaaah.. Tertawa saja.. Sebelum tertawa itu dilarang! "

Bolehkah tertawa saat tak ada yang lucu.. Bolehkah terbahak saat menjenguk si penyakitan yang sedang tertidur.. Bolehkah tersenyum saat sedang berkabung.. ???

Semestinya, statement tadi ditambahkan dengan sebuah keterangan.. " dan Dalam Keadaan Tertentu.. Agar HA-HA tidak berubah menjadi HU-HU".. jadi, tidak merepotkan beberapa pihak, atau dituduh mengganggu ketenangan warga karena gaduh :)

Mari bersenang-senang.. luapan dari rasa kebahagiaan.. berpesta hingga pagi menjelang.. sekedar menikmati malaam panjaang…
Sayaang, masiih malaam.. dan malaam kini menjadi sesutu yang menakutkan.. malam tidak lagi mengantukkan.. tidak lagi mengantarkan jiwa-jiwa beristirahat dalam impian.. tidak lagi menyenangkan karena harus melewatkannya sendirian!
Malam menjadi sesuatu yang yang menyakitkan.. menahan nyeri yang menahun dan mendalam.. kebahagiaan itu ternyata datangnya sebentar-sebentar.. masih juga di usik oleh tangisan!

Aku, sedang bercinta dengan segala rasa.. rasa yang bermacam-macam, dari riang sampai tersedu-sedan.. rasa yang juga melengkapkan aku menjadi seorang manusia.. karena bernalar untuk pengungkapan pikiran dan perasaan.

Rasa yang mungkin juga pernah dirasakan oleh hewaan..
Hewan-hewan yang tak tahu media dalam mengabarkan.. lalu.. ada satu pertanyaan..
Apakah monyet juga merasakan cinta.. atau sekedar birahikaah ?
Lantas, tahu darimana orang-orang yang prenah melontarkan "Cinta Monyet" seenak udelnya..
Apakah orang-orang itu paham bahasa hewaan.. ?

Heraaan..
Mungkin karena saya tak paham tentang rasa atau bahasa tumbuh-tumbuhan dan hewan.. maklum saja, tidak pernah di ajarkan di bangku sekolah atau silabus perkuliahan..

Naah.. story telling’nya segini dulu yaa.. tak perlu ditarik sebuah kesimpulan, toh ini sekedar bercerita saja, dan tentu diperbolehkan untuk membaca juga berkomentar.. nantii, akan ada cerita-cerita berikutnya.. Gracias, hatur nuhun.. Pareeeng!

 

- 19 April 2006, QB World Bookstore Cafe.. Sendirian, menikmati segelas Iced Cofee Late saat Hujan - 

 

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://cantikceniq.blogsome.com/2006/04/20/story-telling-2/trackback/

  1. hmmm cma mo ngasih nasihat jangan tertawa saat tidak ada yg lucu karna akan diangga “gila”… dan jangan terbahak disaat ada yg berkabung nanti dianggap orang yang ga punya hati, hehehe.
    Tp Paragrap 6 kbawah aku ga bsa nyimak soalnya aku bru tau ada yg bsa bercinta dengan “sgala rasa”…. :d
    dan sya rasa “monyet” akan tersinggung klo dsangka tidak punya cinta apalagi dsangka hanya birhai semata…. soalnya pas Valentine sya liat banyak monyet yg beli coklat tp aku ga termasuk loh huahahahahaha

    Comment by toys — April 21, 2006 @ 1:20 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>