July 24, 2006
Hi Ya’ll
Menurut Stephen W. Littlejohn, studi-studi feminis merupakan sebuah sebutan generik bagi sebuah perspektif yang menggali pengertian dari gender dalammasyarakat. Dimulai dengan asumsi bahwa gender adalah kategori yang luas untuk memahami pengalaman manusia, pembahasan feminis bertujuan untuk mengekspos kekuatan-kekuatan dan batasan-batasan dari pembagian dunia berdasarkan gendernya.
Fatalnya, banyak teori feminis yang memberi penekanan pada sifat mengekang dari hubungan jenis kelamin di bawah dominasi patriarki. Dengan sendirinya, feminisme dalam banyak hal merupakan sebuah studi tentang distribusi kekuasaan di antara jenis-jenis kelamin.
Para feminis sepertinya meminta adanya persamaan hak bagi perempuan, sebuah pengakuan publik bahwa perempuan memiliki kualitas dan kekuatan yang sama, yang dapat tampil sama baiknya di segala bidang kehidupan. Di lain pihak, mereka sepertinya ingin mengatakan bahwa perempuan berbeda dengan laki-laki, dan bahwa kekuatan dan bentuk2 ekspresi mereka harus dihargai dalam sisi mereka sendiri. Hal tersebut menimbulkan sebuah paradoks murni, supaya perempuan dihargai dan memiliki hak-hak yang sama, kekuatan perempuan harus diakui, tetapi penyorotan pada kekuatan-kekuatan perempuan ternyata semakin memperkuat pandangan patriarkis bahwa perempuan memiliki tempat sendiri.
Kritik feminis menjadi semakin populer dalam studi komunikasi, dan saya amat tertarik dengan hal ini. Para feminis yang cantik, selalu terus akan menarik.. meski ada yang seringakali melirik nyinyir, tapi toh manis! .. SWEET TEMPTATION sekali.. Maafkan saya, sungguh, tidak bermaksud menyinggung siapa2, atau meyalahgunakan keinginan, atau malah, bilaa ada salah2 kata dalam pengucapan maupun pemahaman, karena feminisme bukanlah sebuah teori tunggal atau bahkan sebuah sistem pemikiran yang juga tunggal. Melainkan liberal dan radikal, yang sedikit mempunyai persamaan dengan pemikiran Marx, tapii, mempunyai perbedaan pada variabel yang digunakan.
PS:
Senin Siang, menjelang 15.00 WIB, saat yang menegangkan..
Mengutip Bahan Presentasi pribadi, Untuk Mata Kuliah SAT, Mr. Antar Venus yang Fabulous!, doakan!
July 18, 2006
datanglah seorang mantan pacar
mengirimkan sebuah pesan singkat dan bertanya kabar
ingin ku katakan bahwa aku remuk redam
namun ku’urungkan.. karena tak baik mendendam
lalu ku bilaang, berbohong bahwa aku baik-baik saja
menikmati hidup dengan hati yang berupa kepingan-kepingan
menjalani rutinitas dengan sisa asa yang berantakan
tak apalaah.. ketidaksukaan sudah menjadi penerimaan
meski tidak sepenuhnya dalam keikhlasan
apakabar mantan pacar..
aku masih harus hidup meski seadanya
masih harus bercinta dengan lainnya
meski rasanya hambaar!
ps: 17 Juli 2006, TriWulan pertama tanpa DeRnee Berkisah
July 17, 2006
Laki-laki, Haruskah Dicintai atau Dibenci ?
Seperti ini mungkin rasanya, terlalu takut untuk mencinta. Terlalu takut mengawalinya, karena sangat takut pula bila harus mengakhirinya. Sudah cukup merasakan kehilangan, tahu betul aku bagaimana rasa sakitnya. Ya, memang tidak ada yang baik-baik saja dari sebuah perpisahan. Seorang teman pernah berpesan, bahwa tidak ada yang salah dengan cinta. Hanya ada suatu pola lama yang selalu berulang, yang dinamakan kehidupan, ada awal dan akhir, ada tawa atau tangis. Membiarkan hidup terus mengalir, meski nanti ditinggal seseorang yang kita cintai. Atau malah tidak usah mencintai daripada nanti sakit hati. Cinta toh tidak harus memiliki, sungguh, cinta yang kasihan. Puiih!
Tuhan tidak sejahat itu. Ia maha tahu dari segala siapapun. Maha perencana dan berkehendak, atas segala sikap dan tindakan. Lantas, siapa yang harus ku salahkan. Siapa pula yang harus ku ajak untuk bercinta dengan kesedihan. Karena hidup tidak hanya melulu tentang kebahagiaan, hidup lebih terasa berharga saat sedang nelangsa. Bersyukurkah, saat nalar tak sanggup lagi membenarkan lara.
Aku saja yang bermasalah, atau memang tidak ada yang salah dengan cinta. Sampai saat ini, jawab itu masih belum kudapati. Laki-laki, haruskah dicintai atau dibenci. Tentunya sesuai dengan perannya masing-masing. Aku toh masih sangat mencintai bapak dan kakak lelakiku sendiri. Tapi ini tentang lelaki lain. Lelaki yang datang mendekati, mengaku punya rindu dan hati, mengaku ingin memiliki (tapi enggan dimiliki), lantas malah si perempuan yang ditinggal pergi. Perempuan tak pantas bersedih. Perempuan tak pantas disakiti. Ia sudah cukup sakit, saat laki-laki manapun terlahir dari perempuan yang ber’rahim. Perempuan melahirkanmu (laki-laki) pun dengan rasa perih. Tak pantas kau, laki-laki, membuat perempuan menangis. Tapi malah kau lakukan lagi dan lagi. Kejam sekali! Dan jangan salahkan para feminis itu yang sedang menari. Mereka tidak sedang melawanmu esok atau dari kemarin. Naluri feminis, adalah naluri yang mencintai. Maaf, tapi aku sedang tidak ingin mencintai. Masih juga terlalu takut untuk dicintai.
Lihat, kini mereka datang kembali. Beberapa malah menawarkan mimpi dan hati. Menawarkan kebersamaan yang tiada akan berakhir. Berjanji tidak akan menyakiti. Merayu untuk dipilih, merayu untuk dicintai. Rupanya mereka punya sejuta trik dan beragam cara untuk berlutut memohon cinta si perempuan cantik. Ya, bukan salah si perempuan cantik yang menarik untuk dilirik. Tetapi beberapa pikiran lelaki yang suka sekali mengekebiri dan menguasai, yang membuat si perempuan meringkik. Sungguh, takut sekali aku bila harus merasakan cinta sembari meringkik!
Laki-laki, haruskah dicintai atau dibenci. Tadinya, ku pikir akan sangat mudah menjadi penikmat cinta sendiri, tanpa harus bermain dengan hati. Tadinya, ku pikir mampu untuk menolak segala bujuk rayu yang menawarkan mimpi. Apa daya, aku masih juga menginginkan laki-laki. Sampai subuh ini. Sampai aku kelelahan sendiri. Tuhaan, terlalu sedih kadang membuatku ingin mati. Uhhm, tapii, itu pun malah akan sangat salaah sekali. Laki-laki, pelengkap diri. Juga perusak mimpi dan hati. Haruskah jatuh cinta lagi atau mengkebiri diri sendiri untuk melawan sebuah paranoid. Sungguh, aku sedang kebingungan disini. Di suatu subuh, menjelang pagi.
PS : Re, 29 Juni 2006.
Tidak semua laki-laki, yang pantas mendapatkan pertanyaan seperti ini
Tidak semua laki-laki, pantas dibenci
Tidak semua laki-laki, juga pantas dicintai…
Tidak semuaaaa, laki-laki… bersalaaaah padamu..
Contohnya aaaakuuuu, masih mencintaimu
Tapiii mengapaaaaa, engkau masih ragu
( mengutip sebuah lagu jaman dahulu )
“ Kamu ko gitu sih.. Ko aku di cuek’kin
Aku kan Cuma kangen kamu say.. tapi kamu malah buat aku nangis..
Kenapa sih..Kenapa malah orang lain yang lebih peduli..
Kenapa orang lain yang malah nga’ngenin
Kenapaaa ?.
Ya ya ya.. Aku tau sudah terlalu banyak kenapa dari tadi
Tapi itu semua karna kamu sering pergi..
Tau ngga sih kalo aku kangen kamu sekali
Sumpah.. aku bener-bener pengen kamu ada disini
Sering aku telfon.. tapi kamu ngga ada lagi
Kamu belum juga telfon atau sms aku dari kemarin..
Lagi di mana kamu sekarang..
Lagi apa.. Bersama siapa..
Emang kamu ngga kangen aku yaa ?
Cepaat pulaang, aku ngga mau terus sendirian!
SENDER : Re, November 2004
PS :
Apa dia salah..
Sekedar cemas’nya yang sangat..
Tapi malah tak di hirau’kan
Kenapa cinta kadang menjadi beda ?
Kenapa rindu kadang menjadi salah ?
Kenapa harap kadang bisa menjatuhkan..
Ada apa.. kenapa begitu banyak kenapa.. ( tanya“KENAPA” )
Kau kecewakan ku lagi.. Sama, seperti lelaki kemarin!
Tanpa setumpuk janji, Tanpa sejuta mimpi
Tanpa banyak kata yang mencintai…
Kau buat aku menangis lagi
Menagih apa yang tak bisa kau beri
Mencandu kasih yang kau pun tak miliki
Merasa cinta yang tak pernah terjadi
Kau… terlalu sakiti aku
Dengan kesederhanaan’mu yang mempesona’ku
Dengan senyum’mu yang ku harap tulus
Dengan damai’nya pelukmu yang slalu ku tunggu
Tapi sayaang… semua itu tak hanya untuk’ku
Tak baik bersikap begitu… Lelaki’ku
Saat kau meng’iya’kan bahwa aku perempuan’mu
Saat ku biarkan diri disentuh dan dirayu..
Tapi kau malah menjauh..
Sekedar berbekal alasan sendu
Sekedar menawarkan kesenangan semu
Lalu mengaku bahwa kau tak ber’sesuatu…
dan kelak kan mengecewakan’ku
Terlambat…
Kau sudah beri aku harap
Hampir mampus rasanya menolak nalar kalau kau jahat
Datang.. menyentuh.. lalu pergi mengendap
Kau mati’kan saja aku sekalian!
Sampai kapan kau berpetualang ?
Tidak letih’kah dan ingin pulang
Jangan kau tawarkan indah’mu yang malang…
Kalau nanti kan ada yang terbunuh tak karuan
Sudah’lah…
Cukup mengingkari rasa yang seharusnya tak perlu ada
Cukup membenarkan’mu dengan segala alasan
Karena ternyata… Tetap’lah kau yang bersalah!
PS : Re, December 2004
Untuk para lelaki, yang selalu datang dan pergi
Mendekati, merayu, sudah merebut hati, lalu hilang tak pamit
Kejam sekali..
Perempuan tak pantas di sakiti
Perempuan tak pantas bersedih
Dia pujaanku..
Malangnya.. dia malah memuja temanku
Dia yang slalu ku rindu..
Tapi yang selalu dibenaknya adalah temanku..
Dia.. ingin skali ku jadikan pacarku
Tapii.. ia malah memilih temanku
Tahukah kau.. tentang aku yang terlalu mencintaimu
Kalau aku pun.. sangat bersedia jadi pacarmu
Sudah.. lupakan saja tentang teman’ku
Aku pasti kan jadi pacar terbaikmu
Tersungkur jatuh pun tak apa selama itu untukmu
Sedikit perih karna tangis pun juga rela untuk senyummu
Lihaat.. Perempuan mana sih yang sebaik aku ???
“ ….. atau ku ambil saja kau dari teman ku? … "
Re, Desember 2004
Apa arti sebuah teman ?
Apakah sekedar memanfaatkan ?
Atau dia yang menyapa dalam kesenangan ?
Atau yang kita sapa saat sedang kesusahan ?
Temaan..
Alasan terbesar untuk tetap setia bersama dan berpelukan
Alasan terindah untuk tetap tinggal karena saling membutuhkan
Alasan untuk menerima apa adanya kelebihan dan kekurangan
Alasan menjadi orang yang paling beruntung karena selalu dielukan
Meski ada yang mengharuskan’ku tuk berkorban !
Memojokkan ego’ku dengan alasan perkawanan
Ada pula yang menangisi’ku dalam kebahagiaan
Dan mematikan’ku dalam kasih sayang
Akhirnya pun menangis bersama..
Saling bercerita duka dan lara yang dirasa timpang
Lalu mengaku malu terkadang
Bahwa temaan..
Salah satu elemen terpenting dalam kehidupan
Pelengkap diri yang tak harus menjadi pasangan
Tepatnya, tak perlu jadi seperti mantan pacar
Teman kan selalu ada, penuh cinta yang tak pernah hambar
Bersyukur aku atas kebersamaan kalian yang selalu tulus dan sabar
Terimakasih, semoga KITA semakin jaya dan berbinar
P S:
Terinspirasi oleh beberapa teman tersayaang
Motivator sejati, plus pasukan berani mati yang selalu cantik dan menawan
Selalu ada, saat pacar yang diharap malah menghilang
Selalu setia, saat terpuruk dan kelelahan
Tuhan tau betul kalo aku sayang kalian!!!
- Re, October 2002 -
Sudah tanggal 14 Februari
Pasti banyak sekali orang yang berkasih-kasih
Tapi lihat.. masih saja aku sendiri
Mulai kebingungan dan jengah skali
Mungkin.. karena ku merasa sepi lagi
Nanti..
Entah ada atau tidak.. untukku.. setangkai mawar putih
Entah ada atau tidak.. untukku.. kata-kata manis dalam catatan kecil
Tapii, bagaimana kalau semua itu nihil ?
Entah harus ku apakan hati ini
Apakah kan menyetujui kontroversi tentang 14 Februari ?
Atau memberanikan diri bahwa aku hanya sekedar iri ?
Untuk 14 Februari ini..
Aku.. yang masih saja sendiri
Adakah yang salah, saat coba nikmati cinta dalam sepi
Gosh, any wrong with me.. ?
Re, 14 February 2005