July 17, 2006

Laki-laki, Haruskah Dicintai atau Dibenci ?

Filed under: Uncategorized

 Laki-laki, Haruskah Dicintai atau Dibenci ?

 
Seperti ini mungkin rasanya, terlalu takut untuk mencinta. Terlalu takut mengawalinya, karena sangat takut pula bila harus mengakhirinya. Sudah cukup merasakan kehilangan, tahu betul aku bagaimana rasa sakitnya. Ya, memang tidak ada yang baik-baik saja dari sebuah perpisahan. Seorang teman pernah berpesan, bahwa tidak ada yang salah dengan cinta. Hanya ada suatu pola lama yang selalu berulang, yang dinamakan kehidupan, ada awal dan akhir, ada tawa atau tangis. Membiarkan hidup terus mengalir, meski nanti ditinggal seseorang yang kita cintai. Atau malah tidak usah mencintai daripada nanti sakit hati. Cinta toh tidak harus memiliki, sungguh, cinta yang kasihan. Puiih!

            Tuhan tidak sejahat itu. Ia maha tahu dari segala siapapun. Maha perencana dan berkehendak, atas segala sikap dan tindakan. Lantas, siapa yang harus ku salahkan. Siapa pula yang harus ku ajak untuk bercinta dengan kesedihan. Karena hidup tidak hanya melulu tentang kebahagiaan, hidup lebih terasa berharga saat sedang nelangsa. Bersyukurkah, saat nalar tak sanggup lagi membenarkan lara.

            Aku saja yang bermasalah, atau memang tidak ada yang salah dengan cinta. Sampai saat ini, jawab itu masih belum kudapati. Laki-laki, haruskah dicintai atau dibenci. Tentunya sesuai dengan perannya masing-masing. Aku toh masih sangat mencintai bapak dan kakak lelakiku sendiri. Tapi ini tentang lelaki lain. Lelaki yang datang mendekati, mengaku punya rindu dan hati, mengaku ingin memiliki (tapi enggan dimiliki), lantas malah si perempuan yang ditinggal pergi. Perempuan tak pantas bersedih. Perempuan tak pantas disakiti. Ia sudah cukup sakit, saat laki-laki manapun terlahir dari perempuan yang ber’rahim. Perempuan melahirkanmu (laki-laki) pun dengan rasa perih. Tak pantas kau, laki-laki, membuat perempuan menangis. Tapi malah kau lakukan lagi dan lagi. Kejam sekali! Dan jangan salahkan para feminis itu yang sedang menari. Mereka tidak sedang melawanmu esok atau dari kemarin. Naluri feminis, adalah naluri yang mencintai. Maaf, tapi aku sedang tidak ingin mencintai. Masih juga terlalu takut untuk dicintai.

Lihat, kini mereka datang kembali. Beberapa malah menawarkan mimpi dan hati. Menawarkan kebersamaan yang tiada akan berakhir. Berjanji tidak akan menyakiti. Merayu untuk dipilih, merayu untuk dicintai. Rupanya mereka punya sejuta trik dan beragam cara untuk berlutut memohon cinta si perempuan cantik. Ya, bukan salah si perempuan cantik yang menarik untuk dilirik. Tetapi beberapa pikiran lelaki yang suka sekali mengekebiri dan menguasai, yang membuat si perempuan meringkik. Sungguh, takut sekali aku bila harus merasakan cinta sembari meringkik!

Laki-laki, haruskah dicintai atau dibenci. Tadinya, ku pikir akan sangat mudah menjadi penikmat cinta sendiri, tanpa harus bermain dengan hati. Tadinya, ku pikir mampu untuk menolak segala bujuk rayu yang menawarkan mimpi. Apa daya, aku masih juga menginginkan laki-laki. Sampai subuh ini. Sampai aku kelelahan sendiri. Tuhaan, terlalu sedih kadang membuatku ingin mati. Uhhm, tapii, itu pun malah akan sangat salaah sekali. Laki-laki, pelengkap diri. Juga perusak mimpi dan hati. Haruskah jatuh cinta lagi atau mengkebiri diri sendiri untuk melawan sebuah paranoid. Sungguh, aku sedang kebingungan disini. Di suatu subuh, menjelang pagi.   

 

PS : Re, 29 Juni 2006.

Tidak semua laki-laki, yang pantas mendapatkan pertanyaan seperti ini

Tidak semua laki-laki, pantas dibenci

Tidak semua laki-laki, juga pantas dicintai…

 

Tidak semuaaaa, laki-laki… bersalaaaah padamu..

Contohnya aaaakuuuu, masih mencintaimu

Tapiii mengapaaaaa, engkau masih ragu

( mengutip sebuah lagu jaman dahulu )

             

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://cantikceniq.blogsome.com/2006/07/17/laki-laki-haruskah-dicintai-atau-dibenci/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>