September 25, 2006

Negsiator !

Filed under: Uncategorized

( AWAL .. Sepanjaang Jalan Dipati Ukur 17.45 WIB )

 

Apakabaar..

" kabar mana dulu nii mbaak, aaggh, biasalaah, masalah hatii cintaa "

Lhooo, kamu putus lagi yaa ?

" saya siih inginnya menunggu, tapii, saya juga ngga yakin apa yg saya tunggu.. toh dia pun sudah punya pacaar baru tu mbaak… kasian banget ya saya.. sebenarnya juga saya sempet dekat sama orang laiin, tapi yaa, mungkin karena dia sudah bekerjaa, waktu yg dia punyaa sangaat terbatas.. saya juga heraan, secara satu hari ituu, ada 24 jam.. malam hari pulang kantoor kan bisa tu yaa nlp saya, setengah jam keek, atw sms bentaar.. kalo dia niat dia bisaa kaan mbaak.. kecapeean kali ya.. "

Truus, gimana sekaraang.. kamu ngga papa kaan ???

" uhm, kalo saya jawab saya ngga papa, itu boong banget mbaak.. kemariin itu, pembuktian terbaru dari saya, kalo saya berani juga berharaap.. kalo saya, mengakui juga kalo ngga bisa sendirian.. saya tu bukannya judes mbaak, saya juga ngga sengaja membentengi saya dengan beberapa orang yg sedang mendekati saya.. saya hanya ingin lebih berhati-hati saja.. "

Kita itu dinilai sama orang lain, ngga salah orang berpikir macam2 apapun ke kamu atau bahkan ke saya.. karena mereka punya nalar untuk menebak, karena mereka punya hati untuk berpendapaat.. kamu, jangan terjebak dalam hak kamu untuk sebuah pembelaan.. kamu, jangan terjebak dalam lara yg menahun sekian lama!

" mbaak tau apa tentang lara yg sempat saya rasa berulaang.. mbaak tau apa tentang nalar orang-orang yg seenaknya ber "labelling theory" tanpa tau alasan saya bertindak.. hak yg salah kaprah, kewajiban yg salah tingkah kadaang.. saya tu ga mau sakit lagii, dan sayaa, cuma pengen ngedaetin yg lebih baiik.. jangan salahin saya kl saya dituduh menyakiti, tanya mereka, knp mereka lebih dahulu menyakiti.. "

Mungkin karena mereka ngga sengajaa menyakiti, seiring waktu toh mereka pasti berpikir, knp bertindak seperti itu kemariin.. hey, ga ada manusia yg ngga bersalaah dr dia lahir sampai dia matii..

" pernah dengaar kalo salah dan benar itu relatif.. "

Laantaaas.. bagaimana dengan suara hati ?

" percayai ituu, jangaan heraan, terkadang, jujur itu malah membuat mampus "

O yaaa, hidup tidak selalu buruuk..

" begini mbaak, saya dulu sempat sekuler, kl hidup ya hidup aja, agama ya agama ajaa, sampai akhirnya, saya tau kl kedua hal itu tidak bisa dilepaskan, dan merupakan elemen yg masih menjadi sebuah proses pembelajaran.. berbicara tentang hidup, sebaiknya ditanyakan kepada si empunyaa… biar dia berpendapat bebas seperti apa hidup yg ia punyaa, dan Gusti Pangeran yg menentukaan.. saya juga ga senekat itu ko mbaak mau melawaan Nyaa.. terlalu takut azhaab, jadii, biarkan saya berkesimpulan sendiri tentang kehidupaan.."

Kamuu, maraah ?

" saya terlalu lelah untuk maraah.. senja seperti ini, terlalu indah untuk merasakan resah "

Saya juga sangat menyukai senja!

" Sang Pencipta tau betul tentang keindahan.. "

Sudaahlaah, nikmati hidupmu, lihaat, kau masih muda, menarik ,dan penuh cinta.. jangaan kau habiskan dalam lara yg berkepanjaangan

" thanks mbaak, saya juga sedang menikmati kehidupan nii, meski seringnya, saya menikmatinya dalam kebingungan "

Apa maumu sekaraang..

" kebahagiaan, dunia dan akhirat.. juga, ketenangaan"

Bagaimana kau mendapatkannya, kau saja nampaak pesimis.. sulit ku percaya kau akan menikmati hiduup yang menyenangkaan

" kamu yg malah pesimis sekaraang, mbaak.. menganggap aku tak bisa menikmati hidup dalam utopiaku yg nyamaan.. aggh, sudahlaah, biarkan aku menjalaninya.."

Hati-hatii.. dunia ini tidak hanya sekedar tentang permpuan dan laki-laki

" aku tau.. tapi aku selalu kelu bila terjebak yg kedua itu.. baru berani berharap, sudah ditebasnya aku hingga kembali membiru "

Sabaar..

" sampai kapaan.. pernahkah kamu merasakan sesuatu yg tidak meyenangkan.. sesabar apa dirimu, mbaak.. sampai-sampai kau sesumbar untuk menyuruhku sabaar "

Heyy, aku tidak sesumbaar.. hanya sajaa, aku sudah melewati masanya!

" baguslaah.. doakan aku sebuah kebaikan "

Pastii.. aku masih disini menemani

" jangan berjanjii, nanti toh kau akan pergi "

Pergi, tau darimana kau bahwa aku akan pergi ?

" semuanya, pasti akan pergi "

Aku ingin menemani

" yaaa, sesukamu laah mbaak.. tadinya aku juga berharaap ditemani, tapii, semenjak dia pergi, saya sudah terbiasa sendiri "

Aku disini..

" iyaa, dan dia, orang yg saya arepiin disana.. tapi ga bisa ngapa-ngapaiin.. "

Masalah hati memang rumit yaa.. saya bisa bantu apa ?

" bantu doa aja "

 

( AKHIR, 18.35 WIB)

 

 

ps:  sulitnyaa, berkompromi dengan diri sendiri !!!

Pesan Menjelang Senja..

Filed under: Uncategorized

Hi there, nice evening isn’t it…

Saya tertular Anggi Chan untuk menyukai senja, sudah menyukai senja siih sejak lamaaa, tapii, ga terlalu freak laah.. Senja terlalu indaah untuk merasakan resah, senja terlalu menyenangkan untuk sesuatu yang tak menyedihkan, dan senjaa, bagi saya, adalah waktu yang tepat untuk ngopi bareng dengan ketiga (empat deehh, takut neng Rery maraah) perempuan cantik yang saya sayaang, siapalagi laah, Tika, Irma, dan Bintang :)

Sore ini, dan juga siang tadi, saya sempat mendapatkan beberapa "pesan" dari beberapa teman tentang cerita yang tidak menyenangkan.. bisa begitu yaa, kehidupan memang tidak bisa di tebaak.. bisa bersamaan gitu "BT" nya.. kasiaan juga siih, tapi saya sedang berada disini, tidak bisa menemani, sedikit merasa "guilty" ..  !

O yaa, saya sempat juga berpesaan untuk salah satu dari "mereka" , bahwa senja terlalu indah untuk merasa resaah, nikmati saja sendirimu sebentar.. ya, senja terlalu indah untuk merasa resah!

Naah,  itulaah pesan yang saya terima menjelang senja.. semoga, senja-senja berikutnya, kita semua masih bisa merasakan indahnya.. apapun yang ada, baik yang akan ada, sebaiknya diterima saja.. puiih, sulit memang,

BEEEP … INTERUPSI DARI IRMA :  Heeeu-euh waeelaaah ‘Neem’

(maklum, lagi nebeeng INTERNET di kantor Irma, hehehe)

Sekiaan dulu ya ibu-ibu dan bapak-bapaak, sudah saatnya pulaang, karena sebagai tamu yang berkunjung ke kantor oraang, mesti tau diri dalam memanfaatkan "fasilitas" dari seorang temaan… I LOVE U, Maaaa.. ( ngomongnya dalam keadaan underpressure neeeh, karena dah disuruuh baliik dari tadii)

SELAMAT MENIKMATI SENJAA…

PS: kalau ingin tau lebih tentang senjaaa, tanyakan pada Anggi Chan :)

September 22, 2006

Bang Toyiiib…. (dalam cerita )

Filed under: Uncategorized

Selamaat siaang, sedang lunch break niii…

Di tempat Job Training saya sekaraang, pagi tadi, semuanya lagi hobby nyanyi Bang Toyiiib.. yaa, lagu pilihan kedua setelah SMS doong tentunya.. sudah agak lama siih, tapi, cukup enak’eun laah dinyanyikan di pagi hari :)

Saya sampai hapal lirik Reff’ nya.. yaah, secara dinyanyikan bersama-sama, kedengaran dan berulang-ulaang kaleeee.. Liriknya itu lhooo, ngenes banget yaa!

"tiga kali puasa, tiga kali lebaraan.. abang tak pulang-pulaang.. " ( bla bla blaa…LUPAA!).. halaaah!

Jadi teringat seseorang.. dia sangat membela diri saat ditanya knp ngga pernah ngasih kabar, sangat ngga terima kalo dituduh nyuekkin atau ngga ngopeni saya, dan sangat banyak mempunyai alasaan pembenaran saat saya sekedar bertanya.. "ko ngga nelpon" saja .. kenapa dia malah merasa sebagai seorang terdakwa kalo dia (merasa) tidak bersalah..

Lantaas, apa hubungannya dengan lagu Bang Toyiib tadii saudara-saudara.. uhm, dia sempat bilaang.. "kamu tuu orang yg paling sering aku telpoon, bahkan ngelebihin frekuensi nelponku ke bapak dan ibu ku sendiri, jeeng.. kamu boleh marah dan nuduh aku menghilaang kalo aku tuh dah kayak bang Toyiib yang  lama ga pulaang.. ini baru ngga ngasiih kabar sebentar aja dah dituduh yg engga-engga.. kenapa emaang kalo ga nlp.. dosaa…"

Dia, terlalu pintar.. kadaang tidak tertebak apa maunya, karena hadirnya yang samaar.. yang jelaas, dia memang sudah layak di panggil bang Toyiib ke dua, karena sudah menghilaang.. dan tanpa memberikan jawabaan, sebaiknya tidak perlu ditunggu bukaaan… yang jelas-jelas aja sekaliaan! (yg ini siih saya nya lagii curhaat, makluum , jeritan hati tak tertahankan, hehehe… tak apa yaa teman-temaan )

Eeeh, sudah pernah dengar lagu JABLAI, alias jaraang di belaai.. tadinya saya ngga ngerti dengan istilah itu, tapi, seorang sahabat saya, TYA, senang sekali menggoda saya dengan sebutan JABLAI sembari senyam seyuum.. "Lu tuu jablaai, pantees banget daaah.. mangkaanya Re.. lu jaangan terlalu judes dan selektiip bgituuu, kagaak baiik.. lu nunggu apa lagii siiih.. kapaan kawiiin, keburu gw duluiin niii"

Akhiir kata, salam aja buat para bang toyiib bang toyiib yang seriing menghilaang.. semoga masih inget jalan untuk pulaang,… ( kasian luu, ditungguin banyaak oraang tuu).. o yaa, selalu hargai produk dalam negeri yaa, termasuuk dangduut yg nggga vulgaar dan yg ngga nggilani tentunyaaa… chaiyyyo!

 

- Re -

 

 

September 19, 2006

Sebuah Wacana..

Filed under: Uncategorized

Sebuah Wacana

Beberapa pagi yang lalu, saat saya sedang dalam perjalanan ke kantor, ada seorang perempuan kecil yang membuat saya terbengong-bengong… dia memanggil saya “MAMA” dan menatap riang..

Diaam, senaang, dan berpikir dalam.. tercengang!

Apakah efek dari seragam kerja ya, atau emang muka saya yang boros dan nampak kayak emak-emak :( .. uuhhmm, entahlah, yang jelas, sejak pagi itu, ada sebuah wacana yang sedang menyita perhatian saya..

Perempuan, menikah, dan mempunyai anak.. menjadi ibu, dan akan menjadi panutan.. sebuah pengalaman, yang sebagian besar diimpi-impikan.. saya pernah mendengar, salah seorang selebritis kita berpendapat.. tidak gampang menjadi perempuan, apalagi jika sudah mempunyai anak.. tidak sempat memanjakan diri sendiri, sehingga lemak tanpa sengaja sudah bertengger disana-sini..

Ego pribadinya, SEBAGAI IBU DAN ISTRI, mau tidak mau harus dikurangi. Ia harus mengurus rumah tangga, anak-anak dan suami. Meregang nyawa setelah 9 bulan berperut buncit, merelakan bentuk fisik yang melar karena habis melahirkan dan menyusui, menjadi pendengar saat anak gadisnya yang sudah menstruasi mulai berkenalan dengan lelaki, atau bahkan, rela dibohongi, hanya sekedar tak ingin membuat si bocah sedih dan merasa tak berarti.. manusia sejati, banyak hal yang mereka lakukan semata tidak untuk kepentingannya sendiri.. pantas bila Tuhan menaruh Surga di telapak kaki para perempuan-perempuan sejati tadi.. (merinding!)

Namun, lepas dari semua kebijakan yang para tetua berikan itu, tak ada salahnya bila si bocah dilibatkan dalam kehidupan yang serius.. Dalam artian, tidak selamanya anak itu bodoh dan tidak tahu apa-apa, mereka juga berhak berpendapat, dan menentukan sikap. Jangan hanya karena sang Ibu lebih dulu lahir ke dunia, dan sudah banyak makan garam kehidupan, lalu seenaknya saja menuduh bahwa merekalah yang berhak “menebak” kehidupan… jangaan!

Tahukah para ibu tentang sisi psikis anak, bahwasanya, mereka juga jengah bila selalu diremehkan. Bahwasanya, para anak-anak juga akan bertumbuh besar menjadi sosok pribadi yang dewasa, baik diberikan kesempatan atau tidak dari para orang tua, masalah waktu saja, sempat atau tidak memperhatikan ritme pertumbuhan anak mereka. sempat atau tidak, menjadi orang kepercayaan bagi anak yang mereka sayang. tidak sebatas pemberian materi yang banyak, lalu dibiarkan besar tanpa wejangan. Ya, kepercayaan. Ibu tidak sekedar menjadi sosok panutan, yang selalu dituruti dan di hormat, tapi juga seorang sahabat. Tempat yang selalu dituju karena nyaman.

Kembali ke wacana semula, saya mulai merasakan ritme kehidupan. Terbayang saat saya masih balita, menstruasi pertama tanpa didampingi Ibu tercinta, dan saya, yang sedang berpakaian seragam kantoran dan sudah berumur 24 sekarang. Uuufggh, waktu berjalan memang. Time goes fly. Kelak, saya juga ingin dipanggil MAMA, uhm, tepatnya, Bunda. Klise kaah, ya sudaah, tak apa. Sekedar berharap semoga tak salah. Kelak, saya juga ingin menjadi sahabat untuk anak-anak saya. Untuk menjadi panutan, masih terlalu dini untuk dikhayalkan.. Setidaknya, saya ingin jadi sahabat dulu deeh. Saya terlalu ingin mendengar curhat-curhatan yang keluar dari bibir mungil mereka.

Saya jadi teringat Dessy dan Riza, mantan murid privat B. Inggris duluu. Saat itu, mereka nampak begitu mempercayai saya untuk menceritakan apapun. Celoteh ringan mereka, sedihnya mereka saat dimarahin mama dan papanya, dan teman-teman sekolahnya yang nakal. Duuh, lucunya. Waktu itu sih inginnya punya adik kayak Dessy dan Riza, tapi sekaraang, pengen punya anak kayak mereka.. Riang, baik, dan pintar. Hehehe….

Saya tau, tidak segampang itu menjadi ibu. Banyak hal yang harus dipersiapkan, terlebih tentang mental. Semoga Allah SWT, senantiasa menemani setiap langkah. Semoga juga, saya selalu diberikan kesabaran, agar lebih mudah meninggalkan sifat temperamental. Last, but not least, berikan dulu saya pasangan. Yaaa, berdua denganmu, pasti lebih baik bukaan dalam menjalani kehidupan (mengutip OST. My Heart Cipt. Melly Goeslow) .. aku yakiin itu !

Sebuah Wacana, akan menjadi sebuah perenungan. Kehidupan itu, ternyata adalah proses pembelajaran yang ngga ada akhirnya. Ada saja hal-hal baru yang “datang” mendadak. Tak apa, saya toh tak bisa menolak, karena saya (masih) bukan Tuhan..

Salam hormat untuk para Okaa-San.. baik yang “sekedar” biologis, ataupun bukan.. Sungguh, kalian memang para perempuan hebat!

PS: Katur kagem Ibu.. For whatever reasons, I ALWAYS LOVE U, Mom

September 12, 2006

De Ja Vu

Filed under: Uncategorized

dalam ruang, aku mengenang…

de ja vu singkat sedang terulang

dalam malam aku bergumam…

bahkan, diamku pun sedang tercengang

tentangmu, memang tidak terhindarkan

malang nelangsa, semakin menahun tak tertahankan

dirimu menadirkan nalar dan perasaan

ada banyak kenangan, tapi entah, mengapa tawa bahagia seringnya kelupaan!

 

demi waktu dan ruang…

kini aku semakin larut tak karuan!

kian mengkerut, berpikir keras coba mengurut perkiraan

menerka apa yang sedang ku ulaang!

 

- Re -

September 7, 2006

Aku Bukan Tuhan

Filed under: Uncategorized

aku bukan Tuhan

yang berhak memberikanmu sebuah tuduhan

yang boleh menghukum’mu dengan dosa ataupun kutukan

meski kau layak mendapatkaan!

malaang, aku sekedar ciptaan

aku (masih) bukanlaah Tuhaan..

 

 

- Re -