Apakabaar..
" kabar mana dulu nii mbaak, aaggh, biasalaah, masalah hatii cintaa "
Lhooo, kamu putus lagi yaa ?
" saya siih inginnya menunggu, tapii, saya juga ngga yakin apa yg saya tunggu.. toh dia pun sudah punya pacaar baru tu mbaak… kasian banget ya saya.. sebenarnya juga saya sempet dekat sama orang laiin, tapi yaa, mungkin karena dia sudah bekerjaa, waktu yg dia punyaa sangaat terbatas.. saya juga heraan, secara satu hari ituu, ada 24 jam.. malam hari pulang kantoor kan bisa tu yaa nlp saya, setengah jam keek, atw sms bentaar.. kalo dia niat dia bisaa kaan mbaak.. kecapeean kali ya.. "
Truus, gimana sekaraang.. kamu ngga papa kaan ???
" uhm, kalo saya jawab saya ngga papa, itu boong banget mbaak.. kemariin itu, pembuktian terbaru dari saya, kalo saya berani juga berharaap.. kalo saya, mengakui juga kalo ngga bisa sendirian.. saya tu bukannya judes mbaak, saya juga ngga sengaja membentengi saya dengan beberapa orang yg sedang mendekati saya.. saya hanya ingin lebih berhati-hati saja.. "
Kita itu dinilai sama orang lain, ngga salah orang berpikir macam2 apapun ke kamu atau bahkan ke saya.. karena mereka punya nalar untuk menebak, karena mereka punya hati untuk berpendapaat.. kamu, jangan terjebak dalam hak kamu untuk sebuah pembelaan.. kamu, jangan terjebak dalam lara yg menahun sekian lama!
" mbaak tau apa tentang lara yg sempat saya rasa berulaang.. mbaak tau apa tentang nalar orang-orang yg seenaknya ber "labelling theory" tanpa tau alasan saya bertindak.. hak yg salah kaprah, kewajiban yg salah tingkah kadaang.. saya tu ga mau sakit lagii, dan sayaa, cuma pengen ngedaetin yg lebih baiik.. jangan salahin saya kl saya dituduh menyakiti, tanya mereka, knp mereka lebih dahulu menyakiti.. "
Mungkin karena mereka ngga sengajaa menyakiti, seiring waktu toh mereka pasti berpikir, knp bertindak seperti itu kemariin.. hey, ga ada manusia yg ngga bersalaah dr dia lahir sampai dia matii..
" pernah dengaar kalo salah dan benar itu relatif.. "
Laantaaas.. bagaimana dengan suara hati ?
" percayai ituu, jangaan heraan, terkadang, jujur itu malah membuat mampus "
O yaaa, hidup tidak selalu buruuk..
" begini mbaak, saya dulu sempat sekuler, kl hidup ya hidup aja, agama ya agama ajaa, sampai akhirnya, saya tau kl kedua hal itu tidak bisa dilepaskan, dan merupakan elemen yg masih menjadi sebuah proses pembelajaran.. berbicara tentang hidup, sebaiknya ditanyakan kepada si empunyaa… biar dia berpendapat bebas seperti apa hidup yg ia punyaa, dan Gusti Pangeran yg menentukaan.. saya juga ga senekat itu ko mbaak mau melawaan Nyaa.. terlalu takut azhaab, jadii, biarkan saya berkesimpulan sendiri tentang kehidupaan.."
Kamuu, maraah ?
" saya terlalu lelah untuk maraah.. senja seperti ini, terlalu indah untuk merasakan resah "
Saya juga sangat menyukai senja!
" Sang Pencipta tau betul tentang keindahan.. "
Sudaahlaah, nikmati hidupmu, lihaat, kau masih muda, menarik ,dan penuh cinta.. jangaan kau habiskan dalam lara yg berkepanjaangan
" thanks mbaak, saya juga sedang menikmati kehidupan nii, meski seringnya, saya menikmatinya dalam kebingungan "
Apa maumu sekaraang..
" kebahagiaan, dunia dan akhirat.. juga, ketenangaan"
Bagaimana kau mendapatkannya, kau saja nampaak pesimis.. sulit ku percaya kau akan menikmati hiduup yang menyenangkaan
" kamu yg malah pesimis sekaraang, mbaak.. menganggap aku tak bisa menikmati hidup dalam utopiaku yg nyamaan.. aggh, sudahlaah, biarkan aku menjalaninya.."
Hati-hatii.. dunia ini tidak hanya sekedar tentang permpuan dan laki-laki
" aku tau.. tapi aku selalu kelu bila terjebak yg kedua itu.. baru berani berharap, sudah ditebasnya aku hingga kembali membiru "
Sabaar..
" sampai kapaan.. pernahkah kamu merasakan sesuatu yg tidak meyenangkan.. sesabar apa dirimu, mbaak.. sampai-sampai kau sesumbar untuk menyuruhku sabaar "
Heyy, aku tidak sesumbaar.. hanya sajaa, aku sudah melewati masanya!
" baguslaah.. doakan aku sebuah kebaikan "
Pastii.. aku masih disini menemani
" jangan berjanjii, nanti toh kau akan pergi "
Pergi, tau darimana kau bahwa aku akan pergi ?
" semuanya, pasti akan pergi "
Aku ingin menemani
" yaaa, sesukamu laah mbaak.. tadinya aku juga berharaap ditemani, tapii, semenjak dia pergi, saya sudah terbiasa sendiri "
Aku disini..
" iyaa, dan dia, orang yg saya arepiin disana.. tapi ga bisa ngapa-ngapaiin.. "
Masalah hati memang rumit yaa.. saya bisa bantu apa ?
" bantu doa aja "
( AKHIR, 18.35 WIB)
ps: sulitnyaa, berkompromi dengan diri sendiri !!!
