ZU RENNI, PART III (KEEP BLOGGIN’)
“ YAA, KAMU ITU NGERTI NGGA SIH ARTI BLOG ITU, SAKAREPMU MAU NULIS APAPUN, SELAMA ITU MASIH TERJAGA ID’ NYA, YO RA POPO TOOH.. DAN AKU NGGA MERASA TERSINDIR TU, NGGA PAPA KO NDUK. TERUS AE NULIS, KALO PUN AKU NDAAK SUKA TULISANMU, KAN TINGGAL DILEWAT SAJA, NDAAK USAH DIBACA TOOH.. REPOT AMAAT… ”
( Djim, teman debat, teman curhat, teman yang terkadang suka lucu-lucuan mengumpat, jurnalis tv – jkt )
“ MEMANG ADA SIH BEBERAPA TULISANMU YANG MENEMPATKAN LAKI-LAKI SEBAGAI TERDAKWA, TAPI IDENTITAS ASLI MEREKA MSH TERJAGA. JADI, KAMU AMAN DARI TUDUHAN PENCEMARAN NAMA BAIK, HEHE… MENURUT SAYA SIIH, MENULIS ITU, IBARATNYA SEPERTI MEMBUANG KOTORAN, MELATIH DIRI UNTUK JUJUR BERPENDAPAT.. TETAP MENULIS RE, LIHAT KOKI.. DIA TIDAK HARUS MENYAMAKAN MENU FAVORIT TIAP-TIAP PELANGGANNYA. KOKI ITU PUNYA RESEP ANDALANNYA.. BEGITU JUGA DENGAN KAMU, U HAVE YOUR OWN STYLE “
( kidis, teman lama senat, teman diskusi dan berdebat meski seringnya lewat pesan singkat, dan tempat mencari dukungan hangat, jurnalis surat kabar – karawang )
“ mesti siap menerima kritikaan bo, ngga semua orang bersikap positip sama apa yang kamu tuliis…“
( Mas Heru, Civil Engineer, Kakak Kandung Laki-Laki, Supporter sejati, Teman Debat yang Belum Bisa di Saingi – Batam )
Ps: thanks guys!
F L E E
There’s a time that I want to escape
A time for my self, to be relaxed and glad
And it’s not a crime
When pride is allowed and say-so
When I don’t need your head rebound
WHEN I DON’T NEED ANY COMMENT WHICH LET ME DOWN
Just feel my presence
Then I welcoming U into my existence
I already being, more than Ur thinking of living
Last …
Let me tell U something
That I’m still here, and you are nothing!
17 Oct 2006
- Just want to flee, anywhere, with [out] thee -
Im back …
RELAXING FROM throbbing … .
AND BEING A BLOGGER WITHIN CONTROVERSY
Setelah mulai menuai kritik pedas atas apa yang saya yakini, ada (oknum) laki-laki yang protes berat atas apa yang saya tulis. Menurutnya, saya terlalu memojokkan kaum lelaki, mengadili tanpa peduli sudut pandang orang lain, dan haus akan eksistensi serta pujian diri alias narsis. Saya, juga tertuduh sedang melakukan “politik hati”. Berpropaganda melalui blog ini untuk menarik simpatik. Bahwa saya, sedang berusaha membentuk opini publik, bahwa laki-laki itu jahat dan perempuan (masih) menjadi objek yang disakiti. Uuhhm, merasa tersanjungkah, karena sudah dianalisa secermat mungkin, suatu pujian kaah, peringatan kaah, atau suatu bentuk ekspresi diri dari seseorang yang sudah tersakiti.. oouucch, I didn’t realize that!
Saya sempat tidak ingin menulis lagi. Terlalu sedih. Ketakutan akan menyakiti orang lain (kontroversi), sepertinya, “memaksa” saya untuk mengkebiri “diri sendiri”. Untungnya, tidak memerlukan waktu yang lama untuk bersedih. Meski lagi-lagi, saya bercerita kembali tentang « pengalaman » hati. Psikologi seseorang sangatlah menarik. Banyaknya intrik hati, selalu sanggup menjadi sumber inspirasi. Kalau kebanyakan orang berpendapat bahwa tidak baik menolak rezeki, maka saya pun berpendapat tidak baik menolak datangnya inspirasi
Saya memang suka mendongengkan pengalaman. “Dongengan” saya itu, sebagian besar, memang dari serangkaian pengalaman, baik diri sendiri, maupun punya teman. Setiap kali mendongeng, saya tidak pernah bermaksud berpolitik-politikan. Ada siih, ketakutan akan kritik nantinya, tapi toh saya lebih memilih untuk melepaskan saja ketakutan tentang kesimpulan akhir yang akan saya dapatkan. Penilaian “akhir” tentang (pembunuhan) karakter diri yang (hanya) disimpulkan sebatas tulisan. Tidak adil memang, tapi saya percayakan (beberapa) kesimpulan pada para pembaca yang bernalar. Wiis, pokoke nuliis ae. Kalopun ada yang masih nyinyir berkomentar sinis, monggo, silahkeun mawon, mugi-mugi, sederek sedoyo ngertos
Tentang arti dari sebuah pengalaman, konon, pengalaman adalah termasuk salah satu yang paling berharga di dalam kehidupan. Meski ternyata, tanpa kita sadari, pengalaman adalah salah satu dari tujuh belenggu hati yang sanggup « membahayakan ». Mengapaaa ???, karena, beberapa diantara kita malah terjebak akan pengalaman, tanpa mau melihat masa depan, dan fatalnya, menimbulkan suatu ketakutan yang tidak bisa “dikompromikan”. Terjebak stigma, terjebak trauma, terjebak kesombongan akan yang paling tau tentang jawaban takdir yang terungkap lewat ramalan. Teringat sebuah kutipan kecil materi ESQ Training tentang pengalaman… “ Sama sekali bukan! Tetapi hati mereka telah dikuasai oleh apa yang mereka lakukan ” (Q.S AL MUTHAFFIFIIIN 83 : 14)
Naah, berbicara tentang kehidupan, tanpa kita sadari juga (atau sudah ada yang sadar duluan ya sebelum saya.. ???), terdapat banyaak sekali perbedaan. Kontroversi, istilah kerennya. Termasuk, yaa, keberadaan blog ini. Si blogger memang sedang dalam kontroversi, terkadang mesti kuat mental saat mendapat sindiran di sana-sini, seperti ”Lu ngapain siih curhat di blog, internet-internetan, halaah, cari perhatian ko bgini caranya, knapa ga bikin buku sekalian” .. Padahal, masih banyak blogger yang tidak melulu menuliskan tentang pengalaman hati yang cenderung menye-menye seperti ini kaan, betul bukaan.. I hope the answer isn’t the last one .. (menyindir diri sendiri, karena beraliran dark romance )
Ditengah-tengah kontroversi yang ada, ternyata blog juga bisa dijadikan terapi menjujurkan diri, naluri dan hati secara bersamaan. Daripada stres, mendem perasaan ngga karuan, yang sanggup membuat orang jerawatan, knapa ngga mencoba menuangkan dalam tulisan. F.Y.I ni teman-teman, blog juga merupakan kerajaan kecil saya yang ketiga. Sejatinya, yang pertama adalah sebenar-benarnya surga. Lalu adalah kamar pribadi saya. Dan “surga kecil” berikutnya adalah http://www.cantikceniq.blogsome.com, alias nge’ blog dong ach
Merasa diri sebagai seorang blogger dalam kontroversi, mau tak mau, mengharuskan saya untuk tidak boleh berharap selalu sikap positif yang muncul tentang apa yang saya tulis. Legowo saja, karena spirit itu masih terlalu tebal untuk dikebiri, walaupun sempat membuat ketakutan dan sedih setengah mati, plus juga makan ati, tapi harus tetap menulis J
Berkomentarlah, adanya panca indera bukankah harus disyukuri keberadaannya. Saya juga harus tetap bersyukur dan berterimakasih ternyata, karena masih ada yang mengkomentari dan meluangkan waktunya untuk membaca. Sudah mencermati lewat atau tanpa menggunakan kacamata plus, silindiris, atau minusnya. Domo arigato yaa
Ngga ada manusia yang ngga bersalah, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang baik sengaja atau ngga disengaja. Belum Lebaraan sih emang, tapi menjelaang, dan skalian, hehe (harus pintar memanfaatkan kesempatan dalam setiap keadaan). Untuk mereka, yang meragukan keinginan saya untuk tetap ajeg atas apa yang saya yakini SEKARANG, tetap berkomentarlah. Kontroversi toh akan selalu ada. Saya toh tidak meminta anda untuk terpengaruh atau (selalu) setuju dengan salah satunya. Saya juga tidak meminta anda untuk harus selalu mendengarkan. Baiknya sajalaah, kalopun tertarik, tinggal siapkan saja panca indera, jangan terusik resah atau marah bila ada yang tak sesuai dengan harap, atau malah merasa bersalah. Berpendapatlah, karena anda juga makhluk yang mempunyai nalar, selain anda juga mempunyai nurani tentunya..
ps: KEEP BLOGGIN’ ROCKIN.. AND ALIVE FOR ALL !