November 27, 2006

Filed under: Uncategorized

Apa yang akan terjadi dengan kami nanti..

Semakin mengharapnya, semakin membuatku ketakutan setengah mati

Semakin mencintainya, semakin pula ku takut memilikinya berlebih-lebih

Semakin merindunya, hari demi hari.. Semakin menjadi-jadi candu ini

 

Duhai Yang Maha Mengetahui .. Apa yang akan terjadi nanti

Aku semakin nyeri menanti!

 

 


 

Tentang Iman ..

Filed under: Uncategorized

Iman’ku berkata benar

Saat emosiku mulai menguasai nalar

Iman’ku sekedar mengingatkan tanpa hingar-bingar

Tentang cintanya yang sangat besar

Iman’ku kan selalu ada

Setia menemani aku yang sedang ketakutan

Iman’ku, masiih saja ada

Meski aku sedang dalam keraguan

Yaaa, Imaan’ku masih ada

Meski berfluktuasi terus-terusan!

 

Lihaat, damai yang Iman tawarkan

Selalu tersenyum saat ia menenangkan keresahan

Dengan caranya, surga kecil telah ia ciptakan..

Secuil kebahagiaan hidup yang ia berikan, begitu sederhana dan nyaman

 

Dengarkan, kini aku yang berucap syukur atas Iman

Karena masih ber’Iman dan se’Iman bersamaan

Merasa cukup beruntung, karena dengannya tak perlu terseok tanpa tujuan

Dengannya kan merasa dicinta, tidak perlu sendirian

Semoga semuanya tak lekang ..

Setidaknya, sampai nanti, saat semua kan hilang

Saat hanya ada aku dan Tuhan..

Aku ingin menyimpan Iman!

 

 

UNTUK TIKA ..

Filed under: Uncategorized

Selalu ada.. Hari untuk tersenyum

Selalu ada.. Hari untuk bahagia

Selalu ada.. Hari untuk menyesal

Dan selalu ada .. Hari untuk menangis

 

** Asalkan kau selalu ada.. Asalkan kau selalu disini

  Apapun yang terjadi, ku kan selalu berani

  Asalkan kau selalu ada

 

Dedicated To, Nur Afianty .. a.k .. Tika

 Aku kangen kamu Ka..

Ei, Bibin, dan Irma juga

Kamu baik-baik aja kan disana..

Aku pengen kita ngumpul bareng lagi berlima

dimana aja, ngga lama juga ngga papa

Asal aku bisa meluk kamu bentaar

We always love U, Bu TiKa!

November 26, 2006

My Best Friend’s Wedding - Part I (Noni&Agung)

Filed under: Uncategorized

Pagi tadi, seperti biasa, sudah diserang morning sick! Untungnya, rasa syukur saya akan pagi ini tak lupa saya ucapkan untuk pertama kali .. Hari ini, tepatnya jam 11.30 tadi, akhirnya, teman saya , Noni & Agung, Alhamdulillah, dengan lancarnya mengucapkan ikrar setia untuk sehidup semati. Yaa, telah menikah, teman saya yang bernama Noni Maulani dan Agung (waduu, entah siapa, saya lupa), pada tanggal 26 November 2006 pukul 11.30 WIB, di kediaman mempelai putri.. SENAAAANGYAAAAAAAA!

Sesampainya saya disana, sudah ada rasa haru yang sangat. Sepanjang jalan di ojek tadi (maklum, saya kan datangnya sendiri, tanpa pasangan yang menemani, hiks!), sulit sekali menahan air mata yang sudaah semakin menjadi-jadi. Rasa-rasanya, tidak sesedih waktu pernikahan adik sepupu saya di Malang kemarin. Ngga tau kenapa tuu, tiba-tiba juga, rentetan kenangan saya bersama Noni pun kembali terkenang. Uuuhhm, jadi juga dia menikaah, abdi ngiring bingah nyak :)

Tidak lama, saya pun bertemu dengan tante-tantenya, biasaaalaah, pertanyaan pertama yang sangat  standar dan lumrah (menurut mereka, tentunya) "Neng Renni, mana pasangannya atuuh, meuni nyalira… Siing geura nyusul laah, bi Ida doakeeun nyaak.. Uuhhm, kapaan atuuh neeng" .. Waduu, bingung juga jawabnya. Bukan ke GRan, tapi, sepertinya, "ada yang aneh" ya kalau datang ke kondangan sendirian. Duuh, tambaah cediiih jadiinyaaa kaan :(

Khutbah pernikahan itu, sakral banget ya. Sebelumnya, memang kita diminta untuk khusyu mendengarkannya dari awal. Bahkan, bagi yang merokok pun, disuruh untuk mematikannya. Waktu itu saya sempat melirik Noni, dia tertunduk. Entah apa yang ia pikirkan, kemungkinan besar ia sedang terharu pastinya. Karena terdengar isak lirih, sembari memandang Agung di sebelahnya. Uuhhm, jadi ingiin seperti mereka, kapaan yaa saya menyusulnya ???

Rasa haru itu masih ada, kian menjadi-jadi malah. Baru pertama kalinya saya "bisa" mengikuti "proses" akad dari awal dan akhir, dan bisa sangat mengahayati khutbah malaah. Cckk cckkk cckk, segitunya ya saya, namanya juga "pas lagi momentnyaa, yaah, terbawa suasanalaah, judulnyaa.. Ndaaak papaa tooh yaa :)
Setelah akad, kedua mempelai melakukan proses sungkeman. Menangislah lagi sayaa dternyata, yaa, akhirnya mereka berdiri berdampingan juga di pelaminan. Duuuh, saya jadi cengeng banget deh pokonya, karena, ya itu tadii, benar-benar terharu rasanya. Mulai dari isi khutbah, melihat Noni yang berkebaya, melihat lebih detail ke arah dekor pelaminannya (halaah, sempat-sempatnya gw!), dan masih teringat saat Noni melirik "haru" pada pasanganny. Daan sayaa, tak ada "seseorang pasangan" yang mendampingi saat saya melirik ke sebelah kanaan. Sungguh, terasa menyedihkan!

Untuk Noni dan Agung, sekali lagi selamat yaa. Semoga, Yang MAha Penyayang senantiasa memberikan kebahagiaan Dunia dan Akhirat, menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah, dan Warrahmah. Semoga juga, senantiasa terjaga dari cobaan yang diluar batasan kemampuan. Amiien…

Best Regards

- Re -

Bincang-bincang di Savoy Homann ..

Filed under: Uncategorized

Jumat kemarin, pagi saya sempat kacau. Saya pun sempat meracau. Untungnya, adalah "iman" saya yang sangat sabar, dan "imaan" saya yang terlalu yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sudah kebiasaan memang, saat mood saya sedang "kacau" di pagi hari, sudah bisa ditebak, hari itu pun akan "selamanya" kacau nanti.. Sempat saya bertanya pada diri sendiri "mungkin hari ini akan kacau lagi".. Lantas, buru "iman" saya menimpali .. "uuhmm, sebaiknya, jangan dikacaukan hari ini" .. Lalu, saya berpikir lagi … "Uuuhmm, yaah, kita jalani saja hari ini, apapun yang terjadi. Semuanya toh serba fluktuasi!"

Hari itu memang saya ada janji ketemu Ms. Didi, PR. Savoy Homann Hotel. Jam sebelas siang, tapi sampai disana, "yang berkepentingan sedang tidak ada di tempat". Mau maraah, ndaak perlu rasanya. Jam pun sudah menunjukkan jam satu ternyata, there she is.. Ms. Didi comes!

Bincang-bincang di Savoy Homann pun dimulai, mengasyikkan. Gedung itu memang meounyai sejarah yang besar, mulai dari Sejarah Kepemilikannya, arsitektur’nya yang bergaya Art-Deco, juga Interiornya yang O.K, serta Chef’ Rochendi yang sudah Menjuarai Allez Cuizine sebanyak 9kaliii! See, jangan diragukan lagi kelezatan masakannya..

Selama perbincangan pun, ada sesuatu yang menyenangkan. Dan sejenak melupakan racauan saya tadii, yaa, benar sekali apa yang "iman" saya bilang tadi pagi, bahwa, tidak selamanya hari itu akan kacau jikalau kita sudah meracau si pagi hari. Thanks to my "faith".

Naaah, sedikit tips dari saya nii, mungkin, tidak ada salahnya untuk lebih bisa mendengarkan suara hati. Yakini "iman" yang meski kadang terdengar lirih, yaaah, sedikit lebih peka mungkin.

 
Bincang-bincang di Savoy Homann, sekian dulu ya teman-teman :)

 

Regards

-Re-

 

ps: makasii Ibuuu ku, sudah memberi beberapa pilihan diksi yang lebih baik, tentuu

(maklum, nebeng nulis di kantor ibu nii, hehehe)

November 23, 2006

White Lover Story ..

Filed under: Uncategorized

Warna apa yang anda suka, uhm, kalo saya sih, suka putih, hitam, dan pink alias merah muda. Sempat siih saya menyukai warna hijau, tapii, berhubung sulit memperoleh warna hijau yang "beradab", jadilah cukup sesekali saja menyukainya..

Noncheu, teman saya yang akan segera menikah itu (heuuummmm), seringkali mengingatkan saya, untuk stop membeli baju-baju yang berwarna putih dan hitam.. "Ndoo, please deh.. could U stop thinking about white! Heeuuh, pake dong, kuning gituu, atau biruu, masiih muda ko ngga brani nyoba, kumaha siih.. Ngga nyadar apa selemari teh warnanya putih smuaaa.. daah yaa, pokoknya stop thinking about white! " hehhee, kangennya saya padanya!

Konon, warna-warni juga mempunyai filosofi lho.. Punya arti tersendiri.. Ada yang bilang bahwa hitam adalah warna untuk berduka, sedangkan malah di India, warna yang dipakai malah Putih ternyata. Adalagi gurauan tentang warna ungu, warna Jomblo katanya, warna Janda, halaah, tanpa maksud yaa, tapii, sungguh, kira-kira, siapakah yaa para pencetus "ide-ide" itu, berperan sekali ia dalam komunitas sampai-sampai banyak ditiru (dan setuju) ..

Yaaa, saya memang sangat menyukai warna putiih, nampak, uups salah, tampak (Thx to Kidis) bersih dan menenangkan. Putih juga warna netral, rasa-rasanya, banyak juga orang-orang yang menyukainya, dan pantas-pantas saja beberapa orang "memakainya" .. As a matter of fact, in the other hand, banyak juga orang yang kontradiktif, alias anti warna putih, ya ndaak papa.. silahkeun saja..

Seperti halnya waktu saya diprotes seorang teman, karena tiap kali ketemu dengannya, sebenarnya lebih ke faktor kebetulan saja siiih, paas banget lg pake kostum putih.. Uuuhm, waktu itu yang saya pake kaos sabrina Putih, dilengkapi syal berwarna hitam (karena perlu bertemu dengannya di pagi hari, saat Bandung masiih duwingiin sekali), dan rok hitam selutut bermodel A-Line yang bergaris putih. Sudah bisa ditebak, dari jauh dia sudah senyam-senyum sendiri, menggandeng tangan saya, lalu mendekati sembari "menasihati"..

"Hidup ini seperti warna mbak Re, tidak melulu putiih.. Seperti kalo maraah, mbak Re bisa milih warna Meraah, kalo lg Daun Eceng-Daun Ecengan (Perhatikan deh bentuk daun eceng yang serupa dengan bentuk waru atau hati alias cinta-cintaan, halaah, kata lain untuk mereka yang sedang Fallin in Love dari si mohay alias Tya), bisa memilih warna Pink teraang.. Atauuu lagi jomblo, warna ungu saja mbaak, jangan putih-iteem muluuu, kayak orang ujiaan.. "

Another comment for me, A Truly White Lover, pencinta sejati warna putiih (uhmm, juga sedikit pink siih, xixixixi)

Masih bercerita tentang putih, konon juga niih, putih juga merupakan warna agung dan suci. Mulai dipakainya sebagai tema sebuah pernikahan yang sakral dan suci, sampai kain kafan pun berwarna putih. Ccck, cckk, bukaan, saya bukan mau menakuti-nakuti, karena trend movie yg lagi gemar mengusung tema horor yang ngeri-ngeri. Tapi yaa itu tadi, hanya ingin bercerita tentang warna putiih :)

Putih dan hitam juga kontradiksi. Salah satu kontradiksi yang ada di dalam hidup ini. Kontradiksi mulai dari warna, sampai ke kontradiksi tentang realita, yaa, pro-kontra itu masih tetap akan ada. Bagaimana cara kita saja menyikapinya. LIFE IS BEATIFUL IF WE KNOW HOW TO MAKE IT BEATIFUL. Are U deal with it ?

Sudah-sudah, saya hanya ingin menulis tentang warna putih saja, silahkan berkomentar ya teman-teman..

 

ps: Yes, Im a white lover.. Bagaimana dengan anda ?

Perempuan Hujan **

Filed under: Uncategorized

Bandung, 3.15 pm, 23 November 2006

Senja ini sedang hujan, setelah beberapa hari kemarin perempuan itu berharap  sangat akan datangnya hujan. Tak banyak yang tahu rupanya, hujan sungguh membuatnya senang. Dari tetes demi tetes yang membuatnya tenang, sampai derasnya cucuran yang membuatnya terbahak girang. Sayaang, ia terlalu cantik dibiarkan sendirian. Toh ia tetap beralasan baik-baik saja, malah tak apa berhujan-hujan, karena sedang setia menanti lelakinya pulang.. 

Yaa, puan itu cantik dan rupawan, indah juga layak di cinta. Tak pantas rasanya ia menikmati tetes-tetes hujan dalam kesedihan. Apaa yang ia pikirkan, tatapannya pun menerawang. Tak peduli dengan suara-suara atau malah cibiran. Jemarinya pun masih memegang pena, mungkin untuk menulis sebuah jurnal yang sudah berwarna usang.. Uuuhm, rasa-rasanya, teh’nya sudah dingin dalam cawan..

Entah, sudah senja ke berapa, perempuan itu masih di sana. Duduk mematung, mungkin saja sedang membiru, karena kelamaan memagut bisu. Atau malah, sedang menikmati waktu. Ya, mungkin saja ia menikmati hujan tidak dalam haru, melainkan rasa senang yang menggebu-gebu..

Ooohh perempuan yang berharap bahwa dirinya satu, sekiranya apa yang kau tunggu, apakah kau sedang meregang rindu ?

Perempuan penyuka hujan, coba mendendangkan senang dalam gumam. Coba memendam dendam dalam diam. Coba bercinta dengan sebuah bayangan.. sebuah bayang, yang pernah memberinya harap, bahwa kelak, ia tak perlu lagi merasakan kesepian.. Bahwa ia tak perlu lagi, bercinta sendirian!

 

ps: 4.05 pm, masih menunggu hujan yang belum reda..

 

** Inspired by Fira Basuki and Jakarta..  

(M)anyuun Laaah …

Filed under: Uncategorized

Ada yang mengajak saya menikah ..
Tanpa bercerita panjang, shortcut saja katanya!
Tanpa berharap jawaban saya ..
Tanpa peduli apa komentar saya ..
Kenapa dia ???

 

ps: Semoga ia baik-baik saja, meski ini bukan yang pertama!

November 16, 2006

Suroboyo Rek!

Filed under: Uncategorized

Hi ..

Saya baru mudik ni dari Surabaya, sebenernya, tidak telaat mudiknya, karena sudah dijadwalkan untuk sekalian pulang bertepatang dengan adik sepupu saya yang menikah di Malang.. dek Ranis.. uuhm, another wedding!

Memang menyenangkan ya kalau berkumpul dengan orang-orang yang kita sayang, sayaangnya, saya sudah ngga punya eyaang. Sempat nyekar ke sareannya, sudi kiranya Gusti Allah menjaga eyang-eyang saya di alam barzah, amiien!

Event seperti itu memang pas banget buat berkangen-kangenan. Ada adik-adik sepupu yang sudah bertambah besaar, ada juga yang mau menikah, ada juga yang sudah mempunyai anak, ada juga baru di sunat, dan ada juga yang sudah mulai "curhat-curhat".. Sungguh ya, waktu itu berjalan cepat. Sebelum ke Malang, saya, ibu, bapak, dan mas heru sempat mampir ke Jombang. Waah, kali ini  benar2 liburan pokoknya. Meskipun Jombang kota kecil, tapi termasuk kota yang meyenangkan. tapii, teteuup, puwanaasnyaa.. doogh! Ngga kuat daah..

Acara ngumpul-ngumpul bareng keluarga biasanya memang pas Lebaran atau Nikahan. Saat-saat yang paas untu "bernostalgiaan".. bercerita ngalor-ngidul yang kadang ngga jelas, bahkan adanya beberpa cerita yang memalukan pun ikut terkuak, tentunya tanpa pembelaan. Kalau sudah begitu yaa, cuma bisa pasrah, dan mesam-mesem saja. Ngga papa, masih bisa diterima, tapi, bagaimana kalo pas lagi ngumpul2 bareng bgitu, trus dilanjutkan dengan bertanya-tanya masalah "pasangan".. waah, lebiih meyeraah daah! begini ni pertanyaanya.. "kapaan ni mbaak nyusulnya, yang ndaang looh, nunggu apa..sudah ada calonnya belum tooh, apa mau dicariin mesisan ta" ..  " Nantii, budhe kalo mantu, ndaak usaah pake E.O - E.O aan yaa, sama om aja, aku dah pengalaman kaan.. piye budhee, mbak yeyeen dulu atau mas ureeh budhe yang duluan, taun depaan ta, ke Bandung nya, skalian liburaan" Sahut Om Nono (Ayah Dek Ranis) yang sangat bersemangat menawarkan bantuannya pada Ibu saya..

Para sesepuh-sesepuh yang saya sayangi dan hormati itu, memang berhak untuk menggantungkan harapannya pada saya ataupun mas heru, tapi, ya nuwunsewu, jodohnya masih belum ketemu.. Doakan saja, kalopun jodohnya sudah ada, maka dipercepat tanggal "perhelatannya", amiieen!

Well, what can I say then.. another wedding again, would it be mine ????

Kembali tentang Surabaya.. kota kelahiran saya yang belum pernah lama saya "sapa".. maksudnya, hanya sebentar saja saya tinggal di sana, karena mesti mengikuti ayah dan ibu yang bertugas berpindah-pindah tempat. Kota ini terkenal dengan wisata kulinernya, uhm, ngga kalah dengan bandung siih, tapi ngga tau kenapa, kuliner di Surabaya itu lebiiiih.. Maak Nyuus, hehehe..

Ada rawon setan, ada juga sate laler’nya.. uhmm, rujak Madura, o ya, cobain juga bebek goreng yang di jalan Ngaglik, atau soto Tajib di pasar Tambak Sari - Kapas Krampung, uummm, yummmy banget daah, terbukti sukses untuk menambah berat badan anda pastinya! Lalu, untuk minumannya, kalo saya siih paling suka Es Blewah. Untuk bakso, ada ya namanya tuu Bakso Buyuung (Sory to say, ya Al Fuad BuBba.. ngga bermaksud lhoo, peace man, hehehe).. ada bakso kasaran (bakso urat) yang dipotong kotak-kotak, dan yg khas nya lagi tuu, saos tomatnya.. merah semerah-merahnya dan wuenak tenan.. ya, lupakan lemak atau kolesterol, ataupun yang tak sehat pada asaat menyatapnya.. Tak apalah, sesekali saja.. Udaah gitu, ada juga Kikil’nya.. sebenernya ada tempat jajanan yg cukup terkenal juga, namanya Kya-Kya Kembang Jepun.. tapi sekarang dah sepi, saya juga belum pernah kesana siih.. Weeiss, pokoke, jok lali rek.. bebek goreng’e.. jan wuenak tenan!!!

Hampir lupa, kami juga sempat "berwisata" ke Sidoarjo.. UUUFFGGHH, PANASNYA!!! Siring, akan jadi kota mati mati kaah.. atau bahkan, seluruh Surabaya.. saya harap tidak, karena meski panasnya na’udzubillah, juga bonek-bonek yang bener2 nekaat, Surabaya tetap kota yang menyenangkan!

Sekian dulu yaa, oleh-oleh dari Surabaya’nya..  hehe, maafkan, hanya berupa kata-kata dalam cerita saja.. tak apa kaan!

Pareeeng :)

 

ps:

Senin, 13 Nov 06 kmrn, saat saya sedang packing untuk kembali ke Bandung.. Seorang temen baik sedari saya SMP, Rani alias Nyimon, menelfoon.. Jauh disana, suaranya terdengar sedikit pelaan, tapi cukup menggambarkan bahwa ia sedang riang.. Saya bertanya " Nyimon, apa kabar.. aku lg di Surabaya nii.. kamu ngga papa kaan, tumben nelfoon " .. Lama, Rani baru menyahutnya (saya sempat berpikir sinyal HP saya sedang error padahal).. " Ineem.. ngga papa yaa, minta doanya aja.. Rani mau nikah, Insya Allah Januari ntar.. di Bandung ko, di PPI, deket SMP kita dulu tea.. didoakeun laah, geura nyusul.. "

Gosh! Another wedding again, and again..

" Ya udaah atuh yaa, ntar dikabarin lagi.. Salam buat bapak sama Ibu, minta doanya juga buat Rani" dan CLICK.. terputuslaah perbincangan singkat kami

Filed under: Uncategorized

betapa jauhnya ia..

bahkan tak ada peluknya saat aku begini nelangsa

inginnya tak memaksakan kehendak

jadinya, ku berharap saja.. semoga ia mendekat kelak

uuhhmm.. jauhnya ia

merindunya lagi-lagi mesti ku pendam

mengharapnya sebatas bergumam!

 

ps: berpura-pura saja kalau aku tak sendirian sekarang