Pagi tadi, seperti biasa, sudah diserang morning sick! Untungnya, rasa syukur saya akan pagi ini tak lupa saya ucapkan untuk pertama kali .. Hari ini, tepatnya jam 11.30 tadi, akhirnya, teman saya , Noni & Agung, Alhamdulillah, dengan lancarnya mengucapkan ikrar setia untuk sehidup semati. Yaa, telah menikah, teman saya yang bernama Noni Maulani dan Agung (waduu, entah siapa, saya lupa), pada tanggal 26 November 2006 pukul 11.30 WIB, di kediaman mempelai putri.. SENAAAANGYAAAAAAAA!
Sesampainya saya disana, sudah ada rasa haru yang sangat. Sepanjang jalan di ojek tadi (maklum, saya kan datangnya sendiri, tanpa pasangan yang menemani, hiks!), sulit sekali menahan air mata yang sudaah semakin menjadi-jadi. Rasa-rasanya, tidak sesedih waktu pernikahan adik sepupu saya di Malang kemarin. Ngga tau kenapa tuu, tiba-tiba juga, rentetan kenangan saya bersama Noni pun kembali terkenang. Uuuhhm, jadi juga dia menikaah, abdi ngiring bingah nyak :)
Tidak lama, saya pun bertemu dengan tante-tantenya, biasaaalaah, pertanyaan pertama yang sangat standar dan lumrah (menurut mereka, tentunya) "Neng Renni, mana pasangannya atuuh, meuni nyalira… Siing geura nyusul laah, bi Ida doakeeun nyaak.. Uuhhm, kapaan atuuh neeng" .. Waduu, bingung juga jawabnya. Bukan ke GRan, tapi, sepertinya, "ada yang aneh" ya kalau datang ke kondangan sendirian. Duuh, tambaah cediiih jadiinyaaa kaan
Khutbah pernikahan itu, sakral banget ya. Sebelumnya, memang kita diminta untuk khusyu mendengarkannya dari awal. Bahkan, bagi yang merokok pun, disuruh untuk mematikannya. Waktu itu saya sempat melirik Noni, dia tertunduk. Entah apa yang ia pikirkan, kemungkinan besar ia sedang terharu pastinya. Karena terdengar isak lirih, sembari memandang Agung di sebelahnya. Uuhhm, jadi ingiin seperti mereka, kapaan yaa saya menyusulnya ???
Rasa haru itu masih ada, kian menjadi-jadi malah. Baru pertama kalinya saya "bisa" mengikuti "proses" akad dari awal dan akhir, dan bisa sangat mengahayati khutbah malaah. Cckk cckkk cckk, segitunya ya saya, namanya juga "pas lagi momentnyaa, yaah, terbawa suasanalaah, judulnyaa.. Ndaaak papaa tooh yaa
Setelah akad, kedua mempelai melakukan proses sungkeman. Menangislah lagi sayaa dternyata, yaa, akhirnya mereka berdiri berdampingan juga di pelaminan. Duuuh, saya jadi cengeng banget deh pokonya, karena, ya itu tadii, benar-benar terharu rasanya. Mulai dari isi khutbah, melihat Noni yang berkebaya, melihat lebih detail ke arah dekor pelaminannya (halaah, sempat-sempatnya gw!), dan masih teringat saat Noni melirik "haru" pada pasanganny. Daan sayaa, tak ada "seseorang pasangan" yang mendampingi saat saya melirik ke sebelah kanaan. Sungguh, terasa menyedihkan!
Untuk Noni dan Agung, sekali lagi selamat yaa. Semoga, Yang MAha Penyayang senantiasa memberikan kebahagiaan Dunia dan Akhirat, menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah, dan Warrahmah. Semoga juga, senantiasa terjaga dari cobaan yang diluar batasan kemampuan. Amiien…
Best Regards
- Re -
