Senja, harusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan..
Tapi tidak kali ini!
Senja malah membuat saya kebingungaan..
Sedang ujaan nii.. Iyaa, gerimis yang kian menjadi! Gerimis-gerimis deras ini membuat saya berpikir lagi, apakah benar saya masih menyukai hujan dan gerimis setelah musibah tsunami, dan beberapa tragedi kemariin.. uuhmm, saya ko malah jadi ketakutan kini. Seperti sore ini, ada saja yang "memaksa" saya untuk "harus" "bersyukur" atas "apapun" .. Baik itu kebahagian yang datangnya sebentar-sebentar, baik itu rindu yang kelewatan tp jadinya malah kelewatan.. penantian yang ngga pasti nunggu apaan? Dan saya, saya harus sabaaar.. menjalankan peran saya dalam kehidupan.. entah salah, entah benar, Tuhan saja laah yang akan berkomentar!
Tell me, what am I to U, darling..
Lagu Norah Jones kemarin itu, sebenernya rada lupa-lupa inget siiih, tapii, bgitu denger dan baca lirik demi lirik, daleeeum aja gitu maknanya! Kepikiran tentang eksistensi diri yang sering fluktuasi adanya. Kira-kira, saya itu siapa yaa.. anda pernah berpikir ngga kalo eksistensi anda sekalian itu dalam kehidupan itu seperti apa, sebagai siapa, dan nantinya gimana. Duuh, sayaang, saya bukan Tuhan yang bisa tau segala hal..
Sore ini, judulnya sentimentil. Saya agak kecewa dengan diri sendiri, bukan berarti tak puas diri, rendah dan tidak mengahrgai diri sendiri, tapii, saya malu. Menjelang akhir taun bgini, kerasa deeh, banyak hal yang mesti dipikirin. Mulai dari intopeksi diri, penyesalan-penyesalan yang ngga disadari dr kemarin-kemarin, juga tentang keinginan-keinginan "nanti".. semoga masih di ridhoi oleh Rabbi, amiien!
Sore ini, judulnya masih sentimentil. Saya mungkin terlalu berlebihan. Harusnya siih merenungnya tuu di rumaah, bukan di warnet seperti ini ya. Ngga banget gitu momentnya. Tapi ya mo gimana, wong "perenungan" ini terjadi bgitu saja disini. Hujan memang waktu yang tepat untuk berkompromi dengan diri sendiri, menebak apa keinginan dan apa yang sedang dirasakan oleh hati. Iyyyaa, hati. Anda, dan saya, semuanya pasti mempunyai hati. Bahkan Ayam juga mempunyai ampela dan hati. Tapi nurani, bagaimana dengan nurani .. Tanya pada diri masing-masing! Saya toh masih bukan Tuhan yang bisa menjawab itu ini, apalagi tentang nurani ..
Eksistensi diri, tentang hati dan nurani, kalo kita tidak berhati-hati untuk "mencari" , awaas, bisa tergelincir nanti. Ngga bermaksud menggurui, saya cuma pgn sharing pengalaman diri. Saya serring bgt tersandung, tergelincir, bahkan pontang-panting. Yaah, Alhamdulillah, saya toh masih disini. Kata oraang, itulah proses pencarian diri. Dan ternyata, emang bullshit aja gitu kl proses mencari jati diri itu umur 17-21 kemarin, ternyata ngga sama sekali. Proses itu masih berlangsung (buat saya) sampai sore ini. Uuuhhhmm, ada temen yg bilaang, kl hidup itu ngga usah terlalu dipikirin, tinggal dijalanin. Ada juga yg bilang, eksistensi diri itu dari apa yg kita pikirin. Dan hati serta nurani, kliseee, untuk diomongin hari gini..
Laluuuu, bagaimana tentang hukum kausalitas ???
Entahlaah, segala sesuatu memang sudah ada yg mengatur. Segala sesuatu juga ada sebab dan akibatnya. Segala sesuatu, pastinya berujung! Naah, yg paling saya takutkan, ada awal dan akhir. Saya masiih takut dengeer kata-kata akhir. Akhir similar with loosing something, ngga semuanya siih, tp, masiih ingat tentang tulisan saya beberapa bulan kemarin.. bahwasanya, tidak ada yg baik-baik saja dari sebuah akhir, dari sebuah perpisahan.. dan tidak ada yg menyenangkan dari rasa kehilangan!
Banyak teman yg mengingatkan kalo saya terkadang sudah berlebihan dan terlalu ketakutan.. ngga semuanya akhir itu ngga happy. Bahkan Tuhan saya pun Maha Awal dan Maha Akhir.. saya ngga separanoid itu siiih, saya cuman ngga mau kehilangan lagii.. TITIK. RASA KEHILANGAN ITU BUKAN SESUATU YG WAJAR, DAN BIASA.. RASA KEHILANGAN ITU NGGA PANTAS BERULANG-ULANG.. tapi, saya toh masih saja di wanti-wanti supaya tidak berharap berlebih-lebih pada sesuatu yg akan hilaang. See, another CAUSALITY..
Kausalitas di senja ini, adalah saya yang sedang berpikir tentang apa yg akan terjadi nanti. Berujung kemanakah nanti, saya masih terus mencari, dan menanti.. semoga KITA SEMUA masih diberikan kesabaran hati yg ekstra tinggi dalam menanti.. iyaa, menanti, apapun nanti .. termasuk hidup dan mati anda dan saya nanti, rizki anda dan saya nanti, daaan, eeehhmm, JODOH anda dan saya nanti .. AAAMMMMIIIIIIEEEEEENNNN
ps:
Pssst …
Tuhaan Yang Maha Baik
Kalau saya sedang berada di siniii
Jadii …
kapan dan dimana nii saya akan bertemu jodooh nantii

senja tak akan membosankan untukku…
senja selalu sama…selalu penuh dengan sinar keemasannya…
senja selalu mengingatkanku untuk kembali pulang…hmmm,kembali pulang kepada rumahku, kembali pulang kepada kodratku sebagai manusia…sebagai mahluk yang harus bisa berusaha dan bisa menerima.
senja…tak akan mungkin membuatku jengah untuk melihatnya…karena senja selalu berbisik kepadaku…mengingatkanku bahwa mentari esok akan bersinar lagi…dengan keindahan yang berbeda…
Comment by djim — December 20, 2006 @ 8:55 pm
senja tak akan membosankan untukku…
senja selalu sama…selalu penuh dengan sinar keemasannya…
senja selalu mengingatkanku untuk kembali pulang…hmmm,kembali pulang kepada rumahku, kembali pulang kepada kodratku sebagai manusia…sebagai mahluk yang harus bisa berusaha dan bisa menerima.
senja…tak akan mungkin membuatku jengah untuk melihatnya…karena senja selalu berbisik kepadaku…mengingatkanku bahwa mentari esok akan bersinar lagi…dengan keindahan yang berbeda…
Comment by djim — December 20, 2006 @ 8:56 pm
kita pasti slalu berpikir akan ap yg terjadi nanti,brujung mpe dmanakah pjalanan idup kt ini,.trs mencari dan menanti seswatu yg blm pasti.,
yg pasti slalu diakhiri dgn sebab akibat oleh perbuatan kt ini..
masa lalu pun jd bagian tak terpisahkan yg mau tak mau hrs kt renungkan hikmah dr stiap kjadian..
nanti?..
suatu kata yg penuh dgn reka rencana.,
hmm sorry plagiat dkit kt2 ny., ^^
nice wordz by u..
Comment by pheranoia — April 12, 2008 @ 5:15 am