Saat sempat merasakan menjadi "yang tidak diinginkaan"
Saya juga sempaat diingatkaan oleh beberapa temaan, bahwasanya "hidup tidak melulu tentang itu-itu saja".. Bahwa hidup, seperti halnya seperti lagu yang pernah ngetop jaman kita masih "mudi muda" (lhoo, emaang sekaraang?) .. iyyyaaa, bahwa hidup itu adalah sedang menjalankan peran (Judulnya kl ga salah panggung sandiwara)
Apa alibi hiduup dari, oleh, dan untuk anda?
Banyaakkaah.. apa sajaa, sudah semuanya kau sebutkan?
Emaang bener yaa, manusia itu ngga akan oernah merasa cukup atau puas
Nulis alasan buat hidupnya, terkadang malah ngga cukup satu ternyata
Ngga semuanya … o ya yaya , ngga papa juga kl alasan hidupnya hanya tunggal
Tetaaap berkomentarlaah, wong yg ngerasaain hidup juga anda!!!
Uhhmm, loteng atas rumah saya ternyata menyenangkaan. Betaah juga rasanya berlama-lama disana, meski sedang gerimis atau bahkan hujan. Ditemani radio mini, si M3 dan si Flexi (maap ya maas, belum ber’simpati’ nii), pas aja gitu moment’nya buat nuliis. Jurnal saya yg baiik, selalu setia menemani, siap mendengarkan isi hati, meski tak pernah mengomentari. Terbukti, 19 Januari kemariin, saat saya menangis sendiri, ga jelas knp alasannya mesti bersedih, Jurnal saya, meki ia tak hidup, tapi cukup beralibi untuk "dihargai". Jurnal saya "pasrah" saja, meski lembarannya "basaah" oleh tangis saya.. Jurnal saya masih menyediakan lembar demi lembaar, meski saya menceritakan hal-hal yang berulang.. Bagus, dia tak pernah bosan, "kematiannyaa" malah menghibur saya!
Tentang alibi hidup saya..
Biasanya saya rasakan saat saya sedang dalam nelangsa atau kebingungan
Sedang ketakutan, sedang kebosanan
Sedang kesepian, sedang ngga tau apa-apa!
Berikut ini, adalah kutipan alibi hidup saya..
Yang sempat saya tulis di Jurnal sebanyak 3 lembaar..
Ngga sebanyaak itu yang ingin saya ceritakan
Hanya begini sajaa..
…
Lalu aku pun kembali padamu
dan kemudian masih tentangmu
sudaahlaah, semua ini toh dari, oleh dan untukmu!
dan kamu tak bersalah apapun
sekedar shifting feeling’ku yang mengganggu
merasakan rindu terkadang membuatku merasa "mampus"
tapi aku harus hidup!
hidup untuk Tuhan’ku
hidup untuk bapak, Ibu, dan mas heru
hidup untuk teman-temanku
hidup untuk nasib dan takdirku
hidup untuk memperbaiki hidup’ku
dan hidup untukmu..
menikah denganmu
menjadi ibu dari anak-anakmu
dan menua bersamamu..
seperti katamu .. I JUST WANNA BE WITH U!
PS: Terimakasih, sudah menyumbang alibi untuk hidup!
