February 27, 2007

Unpretty .. by TLC

Filed under: Uncategorized

I wish could tie you up in my shoes
Make you feel unpretty too
I was told I was beautiful
But what does that mean to you
Look into the mirror who’s inside there
The one with the long hair
Same old me again today (yeah)

My outsides look cool
My insides are blue
Everytime I think I’m through
It’s because of you
I’ve tried different ways
But it’s all the same
At the end of the day
I have myself to blame
I’m just trippin’

** Chorus:
You can buy your hair if it won’t grow
You can fix your nose if he says so
You can buy all the make up
That man can make
But if you can’t look inside you
Find out who am I too
Be in the position to make me feel
So damn unpretty
I’ll make you feel unpretty too

Never insecure until I met you
Now I’m bein’ stupid
I used to be so cute to me
Just a little bit skinny
Why do I look to all these things
To keep you happy
Maybe get rid of you
And then I’ll get back to me (hey)
My outsides look cool

My insides are blue
Everytime I think I’m through
It’s because of you
I’ve tried different ways
But it’s all the same
At the end of the day
I have myself to blame
I’m just trippin’

** Chorus

===============================================

Lagu lamaa siih, tapi, cukup jitu jadi PENYEMANGAT dan INSPIRASI. Good lyric within, never got bored with it!

PS:
Thx maas, for telling me about this.. Ure kinda my saviour bro, eversince!

February 23, 2007

Ode..

Filed under: Uncategorized

    Terimakasiih, untuk para "supporter" saya, yang sudi menyediakan waktu untuk mendengarkan segala gundah gulana yg ga jelas, uhmm, terhitung seminggu yang lalu, malaam Jumat! Kalian orang-orang yang baaik, meski sedang berjarak, tapi terasa begitu dekat.

     Maaf, mungkin ini sekaligus lembar ucapan terimakasih. Yaah, sekalian, itung-ituung latihan buat nanti di skripsi. Sekali lagi, maturnuwun sanget, terimakasih sekali dari saya, meski ngga bisa disebutin satu-persatu namanya, suwun yo rek!

     Semoga, kebersamaan kalian, tidak sebatas dalam kesedihan saya saja. Semoga juga, kebersamaan kita, tidak hanya sampai esok lusa. Saya sudah merasa sedikit lega nii, masii demaam siih, tapii, berkat perhatian, omelan, komentar, gurauan, tips-tips "kehidupan", juga telpon/sms’nya yang terus menyemangati, membuat saya merasakan normal kembali. Sekali lagi, terimakasiih yaa. Terimakasiih juga, untuk orang-orang yg tetap tidak merasa salah, untuk mereka yang sengaja atau ngga sengaja mengecewakan saya, makasii lhoo "sakit" nya.. dan untuknya, yang sudah tidak lagi menjadi "komentator" setia saya, yg juga sudah "mulai beranjak" entah kemana, cepaat laah pulaang.. SAYA MASIH (AKAN) ADA!

 

 

ps:

Mungkin, menurutnya saya masii "weird"..

Then please, ask him for an equality..

Tell him, that I’m also freak!

Somewhere Over The Rainbow .. by Eric Clapton (Accoustic Version)

Filed under: Uncategorized

When all the clouds darken up the sky way
There’s a rainbow highway to be found
Leading from your window pane
Just a step beyond the rain

Somewhere over the rainbow way up high
There’s a land that I heard of once in a lullaby
Somewhere over the rainbow skies are blue
And the dreams that you dare to dream really do come true

Someday I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemon drops
Away, above the chimney tops that’s where you’ll find me

Somewhere over the rainbow blue birds fly
Birds fly over the rainbow
Then why, then oh why can’t I?

If happy little blue birds fly beyond the rainbow
Why oh why can’t I?

ps: nice trip..

February 22, 2007

Telfon dari Jakarta.. Tapi bukan dia!

Filed under: Uncategorized

BEEP .. BEEEEEP .. BEEEEEEEEEEP .. +622179184575 

( 22 02 07 .. 22:07 wib )

" …"

Aku ngga tau alasannya, karena aku bukan dia.. dia pasti punya alasan kenapa dia sampe gitu kaan. Kalopun memang ada yg salah, ya dingertiin aja, iyaa, emang aku ga ngerti, tapi belajar dari hiduup, ternyata ngga mudah untuk menyelesaikan sesuatu. Jangan biarkan hal-hal kecil semuanya mesti berakhir.. Aku yakin dia pasti punya alasan.. Ada sesuatu yang harus kamu ngerti.. Semakin banyak nanti yang harus kita mengerti.

" … "

 

 

ps: Thx Djim..  

Lihaat.. Sudah Senja!

Filed under: Uncategorized

     Sudaah senja, meski sempat gerimis, tapi senja masih indah. Saya jadi ingaat, senja seperti ini, biasanya, saya, Tika, Bibin, Ei, dan Irma, bertemu di suatu tempat. Ngopi bareng laah, sembari bercerita apa sajaa, ajang curhat, ajang saling sayaang, dan saling berkomentar tentang apa yg sudah dilakukan.

     Sudah lama, beberapa pekan kami tidak berjumpa. Saling memaklumi kehidupan masing-masing laah. Kebersamaan kami memang tak sesering layaknya sahabat ideal, tapi bukan bearti kami tidak saliing perhatian. Watak dan sikap yg berbeda, terkadang juga cukup menimbulkan perasaan benci tapi rindu terhadap mereka. Perempuan-perempuan yg baik, dan pantas disayang. Tentunya, tidak mereka saja, tapi juga beberapa teman perempuan lainnya. Toh saya, bukanlah satu-satunya teman perempuan mereka. Banyak hal dan masa yang sudah kami lewatkan, dan senja, merupakan saat favorit kami bersama!

ps:

Untuk Irmaa, Jangan maraah lagi yaa.. Pour Toi :)

Morning Chater..

Filed under: Uncategorized

Di sela-sela jam kerja, rush hour seperti ini, seorang Wita Astari masih sempat menemani saya untuk chatting yg ga penting. Bangkiit, maafkan, merepotkan "pasangan" mu beberapa minggu belakangan ini. Kami, seperti biasa, membahas hal yg sebenernya sudah pernah dibahas tapi masiih menarik. Apalagii.. sort of girls things! Bahkan, saat sedang sakit seperti ini pun, kebiasaan chating di pagi hari dengan wita, masiih sangat layak dinanti. Dia membuat saya merasa normal kembali pagi ini. Thanks girl.. I owe U a big cup of coffee!

    

ps:

Tuhan memberikan pagi yang baik kali ini, meski sedang tidak ada dIa dalam forum "chatting", masiih ada beberapa yang baik dan sudi menemani. Thanks guys, I really appreciate it..

February 21, 2007

To My Saviour..

Filed under: Uncategorized

To My Saviour..

       Saya, masih kangen dengan mas Heru. Saya juga tau, sore tadii, Ibu sudah berusaha untuk membujuk. Ada banyak hal yang saya ingin ceritakan padanya, tentang seseorang di Jakarta, tentang skripsi dan perkuliahan saya, tentang saya yg sakit tapi ko malah ditinggal pulang, tentang apa saja’laah.. Tapii, semuanya itu ko malah ngga sempat saya ceritakan, karena sudah terlalu senang rasanya melihat ia dekat!

       Saya dan mas Heru, terpaut usia 5tahun. Hoby baca, ngopi dan jajan makanan, sampe ngabahas hal-hal yg ngga biasa. Adaalaah, ngga perlu dipublikasikan. Kami sangat dekat, pernah ada seorang kerabat yang khawatir melihat kedekatan kami berdua. Bisa-bisa ga dapet pacar, wong beduaan terus katanya. Teman-temannya pun sempat keheranan melihat kedekatan kami berdua. Malahan, mantan pacar saya pun sempat protes karena merasa dicuekkin tiap kali kakak saya dataang. Teman-teman saya pun sudah cukup tau tentang jadwal saya yg tiba-tiba break sejenak, kalau alasannya sama. Wajaar, kebersamaan saya dengannya begitu terbatas. Dan saya, benar-benar ingin menikmatinya. Saya bisa meminta diantarkan kemana sajaa, bergelayutan di pundaknya, dan banyak cerita bila sudah bersamanya. Meskipun pun saya terkadang suka "melupakannya" sebentar bila sudah ada "pasangan", maafkan, kalau sudah berbuat curaang :(

      Tempat fav. kami adalah toko buku QB. Pernah sekali mampir ke rumah kopi, dan hunting dvd/mp3 di kota kembang yg  paling sering. kapanpun itu bersamanya, selalu saja ada perbincangan. Meski kakak saya itu memang introvet untuk beberapa masalah personal, semoga saja, dia mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk karier, kebahagiaan, juga jodoh yang baik dan layak untuknya, amiien.

       And yet, yes, he’s my saviour. Dia ada, dalam setiap saat meski berjarak jauh. Rasa-rasanya, dia laki-laki yang terbaik dalam hidup saya. Selain menjadi seorang kakak, teman curhat, mentor sekaligus penyemangat, pendukung serta donatur keuangan, dia juga selalu sabaar dalam menghadapi saya. Dia selalu paham apa yang saya inginkan, meski tak selalu setuju dengan apa yang saya putuskan. Kalau sudah begitu, saya hampir-hampir sombong berkelakar. Cukuplah untuk saya, seorang mas heru, bapak dan ibu, serta para sahabat tersayang, yang saya perlukan dalam hidup. Pasangan hidup, merupakan suatu bonus, anugerah Tuhan yang tak tertebak selain rizki, hidup dan maut. 

      Sepulangnya mengantarkan dari bandara, Ibu mampir ke kamar saya. Mengosok lembut punggung saya, dan menanyakan demam saya. Tiba-tiba saja, saya menangis di pangkuan’nya. Saya tau, Ibu juga menahan haru. Suaranya tersendat-sendat saat sedang menghibur. Sepertinya, beliau tau betul tentang alasan saya menangis sore itu. Seakan tau alasan menangis saya selain karena mas Heru. Iyaa, ternyata Ibu sudah mendapati saya bersedih dari hari Jumat lalu. Tentang masalah komitmen saya laah, tentang saya yg menangis diam-diam di sebelahnya, saat saya berpura-pura tidur dengannya. Tentang saya yg mulai gelisaah saat hendaak tidur maalaam. Ibu, sepertinya bisa merasakan kesedihan saya. Dan Ibu, masih begitu baik dan sabaar, atas apa yang sudah saya lakukan terhadapnya. Semoga Tuhan melimpahkan berkah untuknya. Amiien.

       Ingin saya bercerita, bahwa saya menangis karena masih kangen ke mas Heru ternyata. Saya bersedih, karena memang bermasalah dr hari Jumat. Saya sakiit, tapi saya bingung kenapa. But beyond of those reasons, saya sedih karena harus berpisah lagi dengan kakak saya. Tidak seperti biasanya, kali ini, saya benar-benar memerlukannya. Menghibur saya dari segala kesedihan beberapa minggu belakangan. Tapi waktu begitu cepaat. Saya belum smepat bercerita banyaak. Sakiit yang tidak menyenangkaan. Memaksa saya untuk diam dan berbaring karena lemas. Membuat saya, tidak bisa bercerita banyaak padanya.

       Untuk mas Heru, maaf yaa, kalau sudah sangat sering merepotkan. Ini kali ketiga saya menangis terharu saat berpisah. Pertama, saat pertama kali kamu ke Jakarta. Kedua, setelah sakit di Borromeus itu, dan sekarang, saat saya sakit lagi, tapi parahnya, ngga ada kamu. Maaf, aku belum bisa membalas semua kebaikan kamu. Terimakasih, untuk segala sesuatu yang kamu beri, termasuk bonus transferan’mu :p .. Dan terimakasih, untuk masih dan selalu ada dalam berbagai masa kehidupan saya, apa dan kapanpun itu. Mungkin kedengarannya ko menye-menye buat kamu, tapii, kali ini serius! Love works in many ways dude!

 

ps: Makasii ya Bo.. U’re really my saviour!

February 20, 2007

Bole ngga ya, bilang gini ke dia …

Filed under: Uncategorized

       "Maaf mbaak.. dia masih pasangan saya, tepatnya, pacar saya. Kalaupun mbaak adalah temen lamanya, atau sahabat dekatnya, atau pacar sahabatnya, atau seseorang yg sudah melewati banyak hal dan masa bersamanya, atau adik-adik’an dengannya.. Saya pacarnya"

       "Maaf mbaak.. bukan bearti anda berhak buat gelandotan, menye-menye ga jelas, meluk sini-sana, coel dikit di lengan, atau berhak nelpon kapanpun dengan alasan curhat, dan sangat memerlukan bantuan (personal), tanpa mempertimbangkan SAYA ADA!

       "Saya pikir, anda juga sudah cukup tau, kalo saya pasangannya dan dia adalah pasangan saya.. Urusan berikutnya, segala tentang dia, mungkin akan berpengaruh kepada saya nantinya.. Resiko berkomitmenkaah, yg sudi dan rela, entah tidak 100% benar kadarnya, yang membiarkan pasangan kita untuk berhak tau dan ADA tentang kehidupan kita meski tidak semuanya.. beda lagi urusannya kl dah nikah!"

       "Saya pun punya beberapa sahabat dekat, tapii, saya juga pahaam tentang empati dan batasan pertemanan. Meski sedang having a long distance dengannya, bukan berati ga bisa jaga diri, ga tau diri juga, untuk tidak bersikap layak, baik dan normal. Tentu, anda juga akan keberatan bukan kalau pasangan anda "macam-macam" ? .. Memaang betul, tidak ada yg cepaat menentukan pilihan dan sikap saat harus memilih, teman atau pacaar, tetapii, sebaiknya, mulai dari sekaraang.. tolonglaah, untuk lebih peka. Tolong jaga perasaan saya. Toloong, jangan buat saya kecewa.. "

       "Dia emang laki-laki yang baik, emang baik sama semua orang, terhadap perempuan atau laki-laki.. perfect, ev’body loves him. Begitu peka dengan orang lain, meski kadang suka berlebih dan ngga ngerti sama perasaan pasangannya sendiri. Maaf, bukannya melarang berteman. Tapi segala sesuatu memang ada peraturannya. Termasuk, apresiasi dia yang tidak sebatas pemakluman dan pengertian saja, melainkan juga cara dia menjalankan dan menjaga, serta mempertahankan sebuah hubungan.. Just remind U one thing, young lady.. saat seseorang sudah mulai memutuskan untuk berkomitmen dengan pasangannya, tentu secara otomatis, ada yg berbeda dengan "aturan mainnya" .. Termasuk dalam bersikap sebagai "pacar", ataupun teman.. I’ve told U many times before, darling.. didnt mean to be rude and so mean, but please, be EMPATHY!"

       "Maaf mbaak.. mungkin sudah waktunya, membiarkan saya bercinta dengannya, hanya berdua saja!"

 

 

ps:

Are we allowed to be jealous with a friend..

Damn, lucky her who always has the chance!

Cerita Senja …

Filed under: Uncategorized

Yes, it is. Friendship -sometimes- feels like a shit..

But we’d rather die for it!

 

        Terkadaang, bukanlah para sahabat tersayaang yang begitu sangat kita inginkan dalam sebuah masa kehidupan. Bukan juga Bapak, Ibu atau bahkan Mas Heru yang menjadi terpenting dan yang paling kita perlukan. Mereka memang adalah yang utama, begitu mutlak, dan standar. Dan tentang sebuah masa dalam kehidupan, ada seorang yang begitu mencuat, yang begitu menarik perhatian.

        Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya pun harus mengakui bahwa memang ada satu masa tersebut, dimana "para orang-orang utama dan tersayaang", terbatas dalam sebuah hirarki kehidupan.

         Berbicara tentang persahabatan, dan dalam kaitannya dengan kehidupan sebagai seorang manusia sosial dan manusia’nya Tuhan, saya sangat bersyukur atas apa yg sudah ada. Meskipun tidak terlalu menyenangkan, meskipun saya juga bukanlah seorang sahabat yang baik dan benar, saya yang belum bisa total manut sebagai seorang anak dan muslimah, dan saya, yang masih terus belajar tentang apa-apa yang memang harus dipelajari dan diyakini berdasarkan keyakinan. Uuhhmm, alasan-alasan pembelajaran itu, terkadang tidak cukup dijadikan sebuah pembenaran.

        Saya juga sangat bersyukur atas sebuah persahabatan. Saya juga cukup yakin terhadap mereka yang saya anggap teman, meski jarang sekali saya puaskan mereka dengan seringnya kebersamaan. Karena saya pikir, kualitas lebih baik drpd kuantitas. Asalkan kuantitas itu sendiri memang berkualitas. Di maintence, di jaga, tepo seliro dan tidak berlebihan. Memaang sih, standar persahabatan itu relatif standar, tapi ya bukan bearti ngga bisa jaga diri dan tau diri juga kalau berteman. Lets say, bahwa saya kurang percaya dengan persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Ok, kalian boleh tidak setuju dengan saya. Saya hanya kurang percaya saja. Percaya’nyaa, dalam batasan yg satndar. Yeeah, sort of bad experienced with that!

        Roni, atau biasa yg disebut dengan Brot atau Ndut oleh saya, adalah sahabat lawan jenis saya yang paling setia ada. Tinggal telpon, kapanpun itu, saya akan didengarkan dan diemput dimana saja. Teman SD saya, seperti juga Irma. Sampai akhirnya, saat itu, pasangan saya sangat keberatan. Yang katanya ngga dianggap laah, yang katanya terlalu dekat dan ga wajaar laah, yang disangka macam-macam laah, sampai dituduh ngeremehin statusnya sebagai pasangan.. sembari berkata "emangnya gw cowok apaan" .. "emangnya gw sapaa" .. "emangnya suka ya, kalo gw juga deket sama perempuan lain selain pasangan gw?" .. "kalo diliat oraang, mending kalo yg ngerti, kalo yg ngga, ntar malah fitnah.. mau disangka macem2 ma oraang" .. "gw emang cuman pacar, tapi komitmen ini, gw coba jaga dan hargain, karena gw serius dan awal gw nilai seseorang layal atw ga di seriusin" ..  "gw ga ngelarang sahabatan, mo kakak-adik’an, mo temen lama, tapi tau diri dan ada batasannya. bukannya saat orang sudah memilih untuk berkomitmen, itu berarti dia udaah tau aturan maiinnya.. "

       SEDIIIH mendengarnya, kecewa, merasa ngga dihargain, dan dibatasin dalam pergaulan. Secara masii muda, masii pgn berteman dgn org banyaak, dan sahabat, merupakan salah satu poin penting dalam kehidupan. Dan ini masii pacaran, belum menikah. Thought this is my fuckin own life, rite? . Sempat protes keras, dan sempat keberatan. Tapi setelah dipertimbangkan, yaaa, memang ada benarnya.. meski ada beberapa poin yg mesti di negoisasi ulaang menurut saya. Meskipun tidak berhasil dengan "mantan" tersebut, tapi saya sangat berterimakasiih karena dia sudah memberikan "sesuatu". Esensi seseorang dari kehidupan, dari sudut yang baru.  Dari dia, saya pun mulai melatih kepekaan tentang perasaan orang (pasangan). Saya sudah mulai berani mengaku salah, berani meminta maaf, dan belajar, bagaimana sebaiknya berbagi kehidupan antara sahabat-sahabat tersayang dan pasangan. Thanks, man!

           Cerita senja kali ini, tentang rasa syukur saya tentang persahabatan dan keluarga. Meskipun ada saatnya nanti, saat kita sudah mulai merasakan, bahwa teman, bukanlah seseorang yang kita perlukan dalam menjalani hidup dalam duka dan senang, juga bukanlah seseorang yang kita perlukan untuk melengkapi status baru dalam sebuah kehidupan. Bukan juga keluarga yang akan menemani kita dengan setia terus-terusan. Melainkan seseorang, yang terlalu kita sayaang. Yang akan kita tunggu pulaang ke rumah, yang berstatus pasangan hidup resmi alias suami yang akan menunggu dalam proses kelahiran. Seseorang, yang memberikan kita keyakinan berlebih, bahwa ia, akan sanggup menjadi sahabat baru sampai usia senja.

        Saat kita terlalu yakin, untuk menghabiskan waktu hidup untuk terus bersamanya, mencintainya, meski rasa bosan akan mengancam. Saat itulah, waktunya bertaruh dengan Tuhan. Tentang segala yg terjadi kelak, saat sudah memilih menjalani kehidupan berpasangan. Saya sering merasa tak siap, tapi toh tak boleh terus-terusan mengelak. Karena sudah saatnya mengambil sikap.

       Hidup memang penuh dengan pilihan. Dan saat saya memilih untuk menang (kerena alasn personal), saya tidak ingin ada yg hilaang. Entah itu para teman, keluarga tersayang, ataupun pasangan. Teringat sebuah skala prioritas tentang "keluarga-sahabat-pacar.. "

Uuhhmmm, entah yaa..

Saya sendiri ko kurang yakin untuk menyetujuinya!

 

 

ps:

Sebaiknya saya ke Dokter sekarang, semakin sesak dan lemas rasanya!

February 18, 2007

Filed under: Uncategorized

human wannabe.. so what do U think?

is he going to leave me, or he’d stay?

for any reason, which is Ur right to speak and act..

what the hell that U have in Ur thought and mind?

for any slight opinion which comes from yours,

and thought It’s gonna be straight but wrecked me on

was it something not in the wrong ?

with due any respect then.. be faded!

IT’S MY OWN FUCKIN LIFE!

 

 

ps:

for heaven’s sake.. it’s getting huff me up!!!

even it feels like a shit, but Im gonna keep it for the rest of my life!