“Kadang kita menangis,
kadang tertawa tenggelam dalam perasaan kita.
Dan asal kamu tau,
diantara kedua perasaan yang berlawanan itulah,
kebahagiaanku berada”
Nenek itu memang yang paling cantik diantara mereka. Hidungnya mancung. Matanya bulat besar. Bibirnya tipis, dipoles gincu merah. Meski daster dan kerudungnya tak sewarna, dia masih terlihat “cukup” gaya. Hmm, keriput itu tak menghalangi kecantikannya.
Saya ngga tau namanya. Dia sudah memperhatikan saya dari awal, meski saya datang tidak sendirian menjenguknya. Saya raih tangannya, dan menciumnya. “Sehat Neek? Puasa ngga hari ini?”.. Tanya saya pada beliau. “Alhamdulillah, puasa. Darimana ini the?”.. tanyanya pada saya. “Dari rombongan A******* Neek” jawab Mbak Yani. Salah seorang pengurus yamg mewakili “kami”. Nenek cantik itu tersenyum. Cantik. Subhannallah, ciptaan Mu masih begitu sempurna Tuhan. Lihaat, tawanya juga masih manis. Duuh, saat itu benar-benar haru rasanya. Tiba-tiba saja, di benak saya terbersit pertanyaan “standar”. “Bu, ko mereka ada disini, kenapa ya Bu?” Tanya saya pada pengurus Panti Sosial Wredha Budi Pertiwi Bandung. “Ya neng, ini mah harusnya the untuk mereka yang ngga punya keluarga, tapi da rata-rata semuanya teh masih punya” jelasnya. “Uuuhmm” .. cukup, saya bergumam saja. Ngga mungkin juga nangis depan mereka.
Sore itu, saya, Ibu, dan beberapa Ibu-Ibu rombongan T***** lainnya, mengantarkan makanan untuk berbuka puasa. Tujuan kali ini adalah Panti Jompo a.k.a Panti Wredha. Sempat merinding waktu mendengarnya, tapi, ada satu perasaan juga yang tergugah. Ya, kepedulian saya terhadap “mereka”.selama disana, saya melihat-lihat kamar yang ada. Hmm, prihatin dan kasihan. Fatalnya, saya ngga bisa apa-apa. Berperan sebagai pengunjung saja. Satu demi satu saya salami mereka, saya cium tangan mereka. Ngga tega, kenapa mereka berada disana di saat usia mereka senja. Dimana keluarga mereka, kenapa mereka berbuka puasa tidak bersama cucu atau anaknya, kenapa???
Saat saya melontarkan pertanyaan itu pada Ibunda, beliau mengajak ber huznudzon saja. Mungkin, kita harus mengerti alasan mereka “dititipkan” disana. Mungkin, memang lebih baik disana karena sudah ada yg merawat dan menjaganya, dan itu lebih baik daripada keluarganya. Meskipun masih mengganjal, saya coba mendengarkan alasan yg Ibu saya berikan. Meskipun rasa-rasanya, mungkin tidak sesederhana itu juga alasannya.
Hmmm, pelajaran sore itu adalah.. Selalu ada pengakhiran bagi sebuah jasad maupun fisik. Yah, ngga ada yg abadi di dunia ini. Mo cakep, mo ganteng, mo cantik, mo berotot, mo six pack, mo langsing, mo kulitnya mulus nan putih.. Ngga ada yang bisa nahan tumbuhnya satu ubanpun. Time goes fly, we have to deal with it, and learn from it. Next, semoga, kita semua masih diberikan kesempatan untuk membalas kebaikan Orang Tua kita ya. Walaupun ngga setimpal, tapii, piraku weeh anak ka sepuhna!
Hmm, meski dalam hati bergumamnya, saat itu saya berpesan pada Tuhan.. Semoga saya diberikan kesempatan untuk bisa menemani Ibu dan Bapak saya sampai di usia senja mereka.. Amien!
*peluuk Ibu*
Hai, HAPPY RAMADHAN yaa.. Gimana puasanya,semoga lancar, tetap kuat imannya menghadapi segala cobaan. O ya, mohon maaf lahir batin juga. Sekiranya dimaafkan dari segala kesalahan, supaya puasa saya (lebih) afdol (katanya). Bukan mau curi start juga sih, karena belum lebaran. Maaf mah maaf aja, kalopun dimaafkan, duuh, sangat Alhamdulillah :)
Bulan Ramadhan kali ini, pastinya tiap-tiap orang puya target yang berbeda-beda. Atau malah ngga ada, karena menganggap puasa adalah kewajiban atau “rutinitas” tiap tahunnya. Iyaa, kalau sudah menyangkut keimanan mah ngga bisa diganggu gugat. Urusannya udah langsung ke Tuhan Yang Maha Esa soalnya. Menariknya, di bulan Ramadhan ini, (menurut saya) banyak sekali yang imanisasi dadakan. Ada bagusnya juga sih, kalau niat awalnya adalah ingin memanfaatkan dan memaksimalkan iman di bulan seribu bulan ini kan, tapi sayang juga, saat Ramadhan usai, ada yang "mulai" kembali berantakan. Hmm, ini yang saya sebut dengan Imanisasi Dadakan. Ko Cuma “baik” di bulan Ramadhan?
Sengaja atau tidak sengaja, kita mungkin pernah berimanisasi dadakan. Uuhhm, saya juga pernah. Jaman kelas 6 SD dulu, suka ikut Pesantren Kilat gitu. Diajarin untuk lebih peduli dengan alam sekitar, dan salah satunya adalah menyiram tumbuh-tumbuhan. Sepulang dari SanLat, masih rajin tu nyiram tumbuhan di teras belakang. Lewat dua minggu, di akhir-akhir Ramadhan, saya mulai jarang menyiram. Ya lupa, ya malas, ya bukan lagi menjadi prioritas. Imanisasi dadakan kaah?
**
Serba salah ya kalo dah ngomongin hak kita sebagai manusia..
Seringnya suka lupa kalo kita juga punya kewajiban!
Ngga cuman Imanisasi Dadakan..
KATA PENGANTAR
Bissmillahirahmanirrohimm
Puja dan puji penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, sholawat dan salam tidak lupa penulis panjatkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada umatnya.
Alhamdulilah dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan syukur atas segala limpahan rahmat dan kasih saying-Mu dalam menjalani kehidupan yang akhir-akhir ini begitu terasa berat. Hidayah dan kehadirat-Mu telah membuat penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Media Gathering dalam Menumbuhkan Sikap Wartawan pada Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menempuh ujian sarjana pada Program Ektensi Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini telah banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada
- Susanne Dida, Dra., M.M, selaku dosen pembimbing utama yang senantiasa rela memberikan waktunya kepada penulis untuk memberikan bimbingan, bantuan, motivasi, arahan serta doa dalam penyusunan skripsi ini dari awal sampai akhir.
- Aang Koswara, S.Sos., selaku dosen pendamping yang sangat terbuka dalam menerima penulis untuk bertukar pikiran, dan selalu memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini
- Soeganda Priyatna, Drs., M.M., selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang sudah memberikan kemudahan studi di Fikom Unpad
- Hadi Soeprapto Arifin, Drs., M.Si., Selaku Ketua Program Ekstensi Fakultas Ilmu Komunikasi sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk kuliah di Fikom Unpad.
- Suwandi Sumartias Drs., M.Si., Selaku Pembantu ketua I Program Ekstensi Fakultas Ilmu Komunikasi sudah memberikan kemudahan fasilitas serta mempermudah kelancaran studi di Fikom Unpad.
- Elvinaro Ardianto Drs., M.Si., selaku dosen wali yang telah membimbing dan memberikan motivasi kepada penulis
- Rosnandar Romli, Drs., M.Si., Selaku ketua jurusan Hubungan Masyarakat Program Ektensi Fakultas Ilmu Komunikasi yang selalu memberikan kemudahan dalam penyelesaian skripsi
- Seluruh dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, terutama dosen program ekstensi jurusan Hubungan masyarakat yang sudah memberikan banyak ilmu kepada penulis.
- Seluruh staf dan karyawan administrasi program ekstensi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
- Budi Sasongko, selaku General Manager Savoy Homann Bidakara Hotel
Bandung.
- Seluruh staff Executive Officer Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung, Mr. Irfan Mulyawan, Mrs. Nani, Ms. Linda, Mr. Arief Gumelar, Mr. Asep, Kang Ahmad, Mrs. Alita Burha, Mr. Tony, Ms. Uly, Mrs. Marita, Mrs. Taty, Mrs. Ochy, and last but not least, The Fabulous Public Relations Officer, Ms. Diah Suwandi (Ms. Didi).
- Keluarga tersayang di rumah, Ibu, Bapak, Mas Heru, Ibeh, terimakasih atas segala dukungannya dalam doa dan kasih sayang yang diberikan
- Keluarga besar di Malang dan Surabaya, terimakasih dukungannya.
- Teman-teman tersayang, Tika, Rery, Irma dan Bintang, terimakasih untuk kebersamaannya.
- Penyemangat terbaik, NoBiwan Kurniawan, terimakasih untuk kesabaran dan segala atensinya. Sarange Aa..
- Teman-teman seperjuangan di jurusan HUMAS Ekstensi Sore A 2004, yang selalu memberikan keceriaan: Noncheu, Anggi Chan, Uwiiie, Sisi, dan Bunda Pritta
- Komunitas Sastra UNPAD, ULLY’s, Karembong Kayas, Triana, Lavendha, Aulia, Kinanti Putri, Wita Astari, Dewi, Lely, Morinda, Sonia. Terimakasih cantik.
- Mohammad Sidik Nugraha, Ryan Ibink Novryansyah, Novan Dewangga, Roni, Hendra Nugraha, Mas Iskandar, Binsar Ale, Novan Rangga, terimakasih ya bapak-bapak.
- D 1527 BC, terimakasih sudah menemani kemanapun saja.
- Kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas segala bantuannya.
Akhirnya sekali lagi penulis ucapkan terima kasih atas segala bantuan yang sudah diberikan. Meski hasil penulisan ini bukan sesuatu yang sempurna namun penulis berharap masih mempunyai arti bagi perkembangan ilmu dan aplikasinya.
Bandung, Agustus 2007
C.E.N.I.Q