Sulit rasanya jikalau harus menuliskan satu demi satu nama para sahabat tersayang.. baik yg berkelamin laki-laki atau perempuan. Kebersamaan dengan mereka pun tidak selalu 7 hari dalam seminggu dan 24 jam, dan apa daya, saya pun hanya mempunyai satu tubuh mungil yg sempurna diciptakan oleh Tuhan, yang bermata dua, bertangan juga berkaki dua. Keterbatasa stamina juga waktu seringnya menjadi batasan-batasan. Belum lagi pernak-pernik keluarga, hmm, batasan yg luarbiasa kekuasaannya!
Seminggu yg lalu, saya sempat diingatkan oleh Irmaa, bahwa akhir-akhir ini saya semakin susah saja kalo diajak ketemuan. Saya beralasan bahwa waktu saja yg belum tepat. Dan Irma pun menyanggah, meminta keras pada saya untuk meluangkan waktu untuk berkumpul sejenak. Hmm, saat itu saya sempet ngga terima "tuduhannya" kalo saya ngga peduli dengan 4 orang terdekat itu, tapii, lagi-lagi Irma menyanggah. "Kapaan waktu buat kita?".. Ada rasa sesak sesaat, antara terharu karena merasa "begitu ada" at least untuk mereka, merasa bersalah juga, karena sudah mengecewakan mereka dengan "lupa reschedule" bincang-bincang bersama.. Maaafkan!
Lain cerita, kalo seminggu kemarin saya merasa begitu dicintai oleh para sahabat, dua minggu sebelumnya, saya malah dikecewakan oleh sahabat. Masalah yg saya anggap remeh temeh, dan saya pendem tanem, kali ini terulang lagi dan fatal, karena sahabat saya lalai dalam menjaga amanat. Tak perlu detail saya menceritakannya, atau mungkin bagi anda, lupa merupakan hal yg lumrah bagi manusia, tapi, apa namanya saat lalai itu berulang, dan ada unsur kesengajaan yg berasal dari meremehkan amanat sahabat. Naudzubillah, semoga saya diberikan kesempatan untuk menjaga amanat para sahabat di sela-sela hiruk-pikuk kehidupan saya. Amiin.
Saya jadi ingat para teman baru saya lainnya, IKA STT Telkom yang sempet berlibur bersama ke Dufan. Duuh, kebersamaan itu emang ngga bisa dilupakan. Ya ramenya, ya ngakak barengnya, ya main wahana bareng sampe uji nyali segala. Liburan dengan orang tersayang itu memang menyenangkan ya.
Hmm, selalu ada cerita di setiap perjalanan para sahabat. Mereka yang ada di saat senang dan tawa, atau hanya hadir di saat salah satunya. Romantika kebersamaan memang tak selalu indah-indah saja. Perlu modal kesabaran, pengertian, saling menerima apa adanya, dan kepercayaan. Emaang, rada-rada mirip modal buat pacaran juga, tapi, untuk kali ini, banyak orang yg memilih persahabatan yg dibela sampe mati, meski "mereka" akan mati bersama si suami atw istri nanti. Yaa, karena sahabat ternyata bukanlah "dia" yg menunggu kita pulang di rumah, bukan juga "dia" yg memasak sarapan atau makan malam untuk kita juga anak-anak kelak, bukan juga "dia" yg berani ngegombal atau malah nemenin kita sampai di usia senja dalam satu rumaah..
kalopun ada, ya sahabat emang selalu lekang sepanjang jaman, tapi ternyata, sudah ada batasan porsi juga untuk para pasangan yg sudah disediakan Tuhan. Psst, inga ingaa, jodoh mah gaib, bisa dari temen juga, bisa dari musuh juga, bisa dari tetangga ataw senior kita, teman kerja, selingkuhan, friendsteran, atauuuuuuuu, sepupu sahabat kita!!!
Kali ini, saya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-sebesarnya untuk para sahabta tercinta. Untuk yg ngga kesebut namanya, yg belum ada potonya, yg belum ada ceritanya, yg hanya virtual adanya, terimakasih ya temaan. Sudah begitu baik pada saya. Mumpung masih Lebaran juga, sayaa mohoooooooooon maaafnya, maaf banget kalo pernah ada salah atau sudah mengecewakan.
** Noted on Oct 25, 07
