* jangan menikah dulu *
menikah itu bukannya meringankan masalah,
tapi malah menambah masalah tau..
Lumayan provokatif juga ya pendapatnya, ituuu, salah satu teman kantor saya yg merasa menyesal bahwa dia telah menikah. Selalu ada alasan tentang ini dan itu dalam hidup, dan saya percaya bahwa ada alasan disetiap peristiwa hidup. Masih tentang cinta, dan kali ini, adalah tentang pernikahan. Akhir2 ini, agak2 sensitip juga ya dengernya, hehehe. Saya juga masih terus belajar dan mencari tau beberapa alasan kenapa kita "harus" menikah cepat. Ok lah, dari sisi perempuan, ada yg namanya organ produktifitas, rahim kita bermasa. Selain itu, faktor diluar kita, ada keluarga, makhluk Tuhan, dan makhluk sosial.
Seorang teman juga sempat memperhatikan perbedaan yg saya timbulkan secara tidak sengaja, "Re, kamu kenapa? Bukannya kamu dulu sudah berencana ingin menikah muda? Looh, ko sekarang malah menunda, kenapa? " Saat itu saya cuma tersenyum saja. Setelahnya, naah, bingung juga nyari jawabnya. Iyaa yaa, dulu saya sempat juga looh berencana menikah muda (ternyata). Capee pacaran ga jelas, faktor umur laah, siap atw ga siap, keukeuh pengen nikah karena merasa sama-sama cinta.. Dan akhirnya, makan tu cinta!
Marriage isn’t only about love my dear, it’s about a new journey within life. Takes Ur braveness, more than what U’ve got now. Jujur, saya mundur dan meralat keinginan saya yg dulu. Yaah, saya ingin menikah, tapi nanti, tidak sekarang. Yaah, doakan saja, dalam waktu dekat. Amiin. Dan saya juga perlu menikah, saya perlu pasangan menuju kehidupan yg lebih baik tentunya. Saya perlu menikah, untuk meneruskan generasi2 yg lebih baik juga untuk agama dan bangsa. Saya perlu menikah, untuk kebahagiaan saya, pasangan, juga keluarga. Dan saya perlu menikah, komitmen agung nan suci itu, yg kelak mengajarkan saya bagaimana sejatinya berbagi, saling setia, sabar, komunikasi yg tepat, dan mengikis perlahan keegoisan saya.
Mundur ke setahun yg lalu, saat seseorang telah memberikan saya pelajaran yg sangat berharga tentang hidup, hidup tak selalu sesuai dengan mimpimu. Uuffgh, and sometimes, I hate to confess that I hate to have a dream. It is allow to have a dream, but remember, we’re not live in our dream. Dia mengajarkan saya apa itu sedih, tangis, jatuh, mimpi, dan sakit. Dan dia juga mengajarkan saya tentang cinta, ikhlas, sabar, syukur, dan egoistik. Egoistik itu apa yaa, istilah saya sendiri sih, maksdunya, biar kita lebih menikmati waktu untuk diri kita sendiri. Iyaa, kadang kita itu terlalu sibuk menjadi lilin, lalu padam untuk orang lain. Suatu niatan yg mulia, kalo kita ternyata ngga ikhlas, itu bisa berbahaya looh nanti. Naaah, setahun kemarin itulaah, saya berani bilang, masa kebangkitan saya, halaah!! Saya banyak belajar dari jejak yg "dia" tinggalkan. Ternasuk, pelajaran tentang membina sebuah hubungan. Boleh dibilang, hal itu juga yg menyebabkan saya "banting setir" untuk menunda yg namanya pernikahan. Trauma kah saya? TIdak, saya hanya ingin lebih neyiapkan segala seuatunya. Ga usah sok sok ngomong serius dari awal tapi malah menadirkan, jalani saja laah, toh kalo jodoh ga kan kemana, tentu setelah kita berikhtiar ya.. Perlu diingat juga, dari pengalaman ESQ saya, pengalam kita itu juga termasuk salah satu dari 7 belenggu hati, jadii, mesti sesuai juga porsinya, antara pengalaman dan menjalani realita.
Kembali ke pesan teman saya tadi, pernikahan memang bukanlah sesuatu momok yg harus ditakuti, saya sih lebih suka berpendapat, uhmm, pernikahan itu adalah sesuatu yg harus matang dipikirkan, dijalankan saat sudah merasa berani untuk menerima lamarannya (meski entah sudah keberapa kalinya) dengan anggukan mantap.. "YA, INI WAKTUNYA UNTUK MENIKAH", dan semoga, bisa menuju suatu kebaikan, amiin.
Dan saya cukup tau.. bahwa anggukan itu tidak sekarang ..
ps:
NoBiwan, yg sabaar yaa..
masih banyak waktu untuk KITA!
Chapter 1
LOVE LIFE
kita berdua emang lagi memasuki fase nyaman setelah melewati fase menggelora bung karno hehehe… Waktu di saat kita udah lebih nyantei (walopun masih suka degdegan, if you know what I mean…), lebih menikmati jenjang pacaran yang tujuannya ya menghalalkan dan melegalkan hubungan ini, Amien… Doain aja ya, mudah2an aja lancar ampe tujuan… (Punten ya bun…). Jadi ya terkadang karena "kenyamanan" itu ide menulis terkadang diabaikan
PS:
Makasih ya Aa, yg sabar ya jadi kulinya,.. Azaaa
masih banyak waktu untuk kita, termasuk rencana yg bertujuan menghalalkan dan melegalkan itu looh, yaah yaah, da baik Aa maah, hehehe **ngrayuu **
DAMN!
Kenapa masih banyak hal ya yg slalu bisa mengingatkan DIA
Meski itu di saat maraah
Aint easy for me to get over and off from him
What is it about, Lord?
What things that make him so special?
Why is he so acceptable
.. I’M OUT ..